Dazzling

Dazzling

  • WpView
    Reads 17,058
  • WpVote
    Votes 728
  • WpPart
    Parts 77
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2026
NB: Bukan punya saya. Semua sumber dan kredit adalah milik penulis aslinya. Maaf jika typo dan terjemahan tidak sesuai dengan EYD yang baik dan benar. Selamat membaca! :) Judul Asli: 耀眼 Penulis Asli: Shi Jiuyuan Sinopsis: Keluarga itu tiba-tiba tertimpa musibah, dan Qing Yě jatuh bagai meteor cemerlang dari ibukota yang ramai ke sebuah kota kecil terpencil. Sejak saat itu, dia menjadi cahaya yang menerangi Zházhā Tíng yang kusam dan tak bernyawa, dan di sepanjang jalan, dia menemui lika-liku kehidupan yang tak terduga dalam hidupnya. Bagi Xíng Wǔ, titik balik hidupnya terjadi pada suatu pagi ketika debu kuning berputar di udara, dan dia bertemu Qíng Yě, yang tampaknya benar-benar tidak pada tempatnya di dunia ini. Mereka berdua berbagi kamar, hanya dipisahkan oleh tirai tipis, seolah mereka berada di dua alam yang berbeda-dia di satu sisi, asyik bermainan video game, sementara di sisi yang lain, wanita itu belajar mati-matian. Ketika Qíng Yě pertama kali tiba, dia benar-benar yakin tidak akan menetap di sini untuk siapa pun, dia akan meninggalkan tempat ini. Namun setelah bertemu Xing Wu, dia berkata dengan tekad yang tak tergoyahkan, "Aku akan menariknya ke jalan yang berbeda."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines