Mike adalah teka-teki. Di luar rumah, ia adalah sosok remaja yang ramah, penyayang, dan penolong**, seolah ingin membuktikan bahwa ia adalah manusia yang layak dicintai. Namun, di balik pintu rumahnya yang megah, ia adalah anak yang tertutup dan hidup dalam kesepian.
Dibesarkan oleh orang tua yang secara finansial mapan tetapi miskin kasih sayang, Mike hanya mengenal kritik dan tuntutan. Setiap prestasi yang ia raih dianggap remeh; setiap kebaikan yang ia lakukan dianggap buang-buang waktu. Baginya, ruang keluarga adalah dinding beku yang tak bisa ia tembus.
"Apa salahku?" Pertanyaan itu selalu berbisik di hati Mike, menjadi satu-satunya pelampiasan dari rasa sakitnya.
Hingga sebuah bentakan keras memicu ledakan emosi Mike, memaksa orang tuanya untuk pertama kali melihat bukan seorang 'calon insinyur', melainkan seorang anak yang hancur. Bisakah kejujuran yang menyakitkan membuka celah di dinding beku itu?
All Rights Reserved