Pada malam pergantian tahun 2020, Indonesia berdiri di ujung antara letihnya pandemi dan harapan akan pemulihan. Di Ibukota Kemayoran-poros pemerintahan federal yang sibuk namun sunyi-Presiden dan jajaran pemimpin negara menjalani hari yang tampak biasa: rapat, laporan, keluhan ekonomi, sedikit drama rumah tangga, lalu rutinitas militer yang berjalan seperti jam.
Hingga tepat pukul 00:00.
Sebuah cahaya putih menyapu seluruh langit nusantara, disusul gempa singkat yang membuat jutaan orang menahan napas. Dalam satu kedipan mata, semua berubah. Tidak ada penjelasan. Tidak ada alarm global. Tidak ada sekutu untuk ditanya. Hanya Indonesia-sendiri-yang terlempar ke sebuah dunia asing yang tak mereka kenal.
Sementara para pemimpin masih berusaha memahami apa yang terjadi, negara ini tiba-tiba menjadi "pendatang baru" di sebuah realitas yang bukan miliknya. Peta politiknya berbeda. Sejarahnya tidak sama. Dan ancamannya datang dalam bentuk yang tak pernah mereka persiapkan.
Kini, bangsa ini harus menjawab pertanyaan yang bahkan tidak pernah mereka bayangkan:
Bisakah Indonesia bertahan?
Bisakah mereka membangun posisi baru di dunia yang tidak punya tempat untuk mereka?
Ataukah cahaya misterius itu hanyalah awal dari kisah yang jauh lebih gelap?
Hanya waktu-dan keberanian bangsa itu sendiri-yang bisa menjawabnya.
Creative Commons (CC) Attribution