Mr.dio🔞

Mr.dio🔞

  • WpView
    LECTURES 1,643
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., déc. 18, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"kamu ikut paman ya, mama sudah tidak ada. mama melakukan kejahatan sayang." -wulan ar leona "ayah minta maaf, sweetie." -Mr. sudarmawan "tolong jaga putri kami, Dirga." -Mr. sudarmawan "pasti." -Aldirga ibu dan ayah cipa sudah lama masuk penjara. mereka buronan karena melakukan penembakan massal di perusahaan terbesar di Italia. pamannya? justru dia penghianat nya ia sudah lama menginginkan cipa untuk di jadikan bahan pelunas hutang, maka dari itu dia melapor ke polisi dan memberi alamat orang tua cipa. "lapor, saya ingin memberi tahu alamat mereka." -Aldirga "berikan." -polisi siswa yang baru saja kuliah, dengan bantuan beasiswa harus di pertemukan dengan hal sekejam ini. mungkin menurut kalian tuhan tidak adil. namun cipa? "tidak apa tuhan, yang terpenting saya masih bisa bersekolah." -Cipa Al Bianca ramein yaww, kalo rame aku banyakin deh episode+ilustrasi-ilustrsinya🥳🤍
Tous Droits Réservés
#37
nen
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu