We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Solstice - Dramione

Solstice - Dramione

  • WpView
    Reads 1,496
  • WpVote
    Votes 157
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 19, 2026
WpInfo
Fanfic
Wizarding World: Harry Potter
Mata biru itu bertemu dengan mata cokelat yang sangat familiar. Keduanya canggung untuk berapa saat. Ada gurat kerinduan, luka, kehilangan, rasa sakit yang amat dalam dan tak bisa dijelaskan. "Daddy, aku lapar. Bukankah Mommy sudah menunggu?" suara kecil Scorpius membuyarkan Draco dan Hermione yang masih bertatapan. "Senang bertemu denganmu, Aunty Mione." Draco menatap Hermione canggung. "Sebaiknya-uhm, aku pergi dulu. Astoria sudah menunggu kami." Hermione termenung sambil melambaikan tangan. Menatap punggung Draco dengan Scorpius yang terus mendadahinya sampai keduanya hilang dari pandangan. Menghapus air mata yang mengalir tanpa diundang, Hermione tersenyum. Bukankah seharusnya ia yang ada disana? Bukankah seharusnya ia yang anak itu panggil 'Mommy'?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • Given || Ju Jihoon
  • I Want to Live [END]
  • The King & The Doctor
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Second
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines