Chen berasal dari keluarga yang sangat sederhana, di mana cinta dan tawa selalu menjadi harta paling berharga. Kisah dimulai dengan kebahagiaan sempurna: perjalanan liburan yang sudah lama diidam-idamkan ke Bali, diwarnai janji-janji manis tentang gelato dan istana pasir dari Ayah dan Ibunya.
Namun, di tengah perjalanan penuh harapan tersebut, takdir berkata lain. Sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawa kedua orang tua Chen, meninggalkan Chen sebagai satu-satunya yang selamat. Kebahagiaan seketika berubah menjadi kehancuran total.
Chen harus menghadapi hari-hari yang kelam, dihantui rasa bersalah dan pertanyaan pilu yang tak terjawab: "Kenapa ini terjadi? Kenapa hanya aku yang selamat?" Ia berjuang melawan kesendirian dan kesedihan yang membuatnya terus-terusan menangis.
Novel ini adalah perjalanan emosional Chen, dari titik terendah sad ending yang terasa abadi, hingga ia menemukan kekuatan baru lewat surat terakhir Ayahnya dan bantuan seorang teman sejati.
Akankah Chen, si "Kapten Air Mata", mampu mengubah air matanya menjadi senyuman, dan mewujudkan happy ending yang diimpikan kedua orang tuanya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang