AZRIEL ATHARVA

AZRIEL ATHARVA

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 13, 2025
"Saya minta kamu stop deketin anak saya lagi." "Saya gak mau anak perempuan saya satu-satunya celaka karna dekat-dekat sama kamu." "Sudah cukup dulu kamu hampir membuat nyawa anak saya melayang." "Kamu itu anak berandalan Azriel, musuh kamu di mana-mana!" "Jadi tolong jangan bawa-bawa anak saya ke dalam lubang bahaya yang kamu gali sendiri." *** "Bikin ulah lagi kamu Azriel?" "Saya udah capek bolak-balik ke sekolah kamu, cuman untuk memenuhi surat panggilan orang tua!" "Bisa tidak sih, sehari saja kamu tidak merepotkan saya?!" "Kamu itu sama aja kaya Ayah kamu, suka menyusahkan saya dan gak pernah membuat hidup saya tenang!" Berandalan, tukang biang onar, anak yang tak diinginkan. Kurang buruk apa lagi Azriel dimata orang-orang? Tapi apa peduli Azriel. Yang terpenting mereka tidak mengusik ketenangan orang-orang terdekatnya. Jika itu terjadi, maka mereka salah pilih lawan.
All Rights Reserved
#350
mentalhealth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines