BINTANG | PELANGI TAK BERUJUNG

BINTANG | PELANGI TAK BERUJUNG

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 11, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku anak Bunda kan? Anak kandung Bunda?" Ucap Bintang dengan suara parau. "Bukan, kamu bukan anak saya. Kamu anak haram, pergi kamu dari sini!" Teriak Sang Bunda histeris. Ia menutup kedua telinganya, berharap dia tidak mendengar suara Bintang lagi. Segera Damian memeluk erat Sang Istri yang mulai histeris. Ia masih membungkam mulutnya, tak mengeluarkan sepatah katapun. "Aku anak Bunda, sampai kapan Bunda akan seperti ini? Aku cape Bun." Lirih Bintang dengan deraian air mata. "Jika kamu cape, MATI SAJA!" Ucapan Sang Bunda menohok hati Bintang yang telah terluka. Seakan menambah beban luka yang diterima oleh hatinya, menggerogoti luka yang menusuk lebih dalam. Membuat luka yang ada didalam sana mengaga lebih besar. Seakan kebahagiaan tak pantas untuk dirinya. Seakan kebahagiaan telah lenyap dan tak akan pernah dia dapatkan. Bintang, dia hanya seorang remaja yang akan terus memperjuangkan hak nya sebagai seorang anak. ** Ini hanya sedikit cuplikan dari cerita, silahkan untuk membaca dan menikmati alur cerita ini..! Start : 09 Desember 2025
All Rights Reserved
#542
ceritasedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu [DITERBITKAN]
  • EVANESCENT (HIATUS)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines