Hotel Bloody

Hotel Bloody

  • WpView
    Membaca 55
  • WpVote
    Vote 12
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mar 30, 2026
Bagaimana jadinya jika kamu dan teman-teman mu harus berakhir dalam permainan psikologis yang ada di hotel tua? Padahal niatnya untuk menginap semalam, eh kok malah terjebak dalam permainan psikologis yang dibuat oleh seseorang? Kisah ini menceritakan tentang 7 mahasiswa dari Universitas ITBCAREERCENTER yang sedang melakukan perjalanan studi lapangan. Namun di tengah perjalanan mereka tidak bisa melanjutkan, karena jalan utama menuju lokasi tertutup oleh banjir. Mereka yang tidak punya pilihan lain akhirnya memutuskan untuk mencari hotel terdekat di tengah gelapnya jalan. Mereka menemukan satu hotel yang sebenarnya terlihat sedikit tidak layak, tapi mereka tidak punya pilihan lain selain memilih hotel tersebut. Lagipula mereka hanya menginap untuk semalam saja kok. Namun, siapa sangka? Bahwa tempat penginapan mereka untuk beristirahat satu malam saja malah membuat mereka harus bertahan untuk beberapa malam dalam ujian psikologis yang dibuat oleh seseorang? Serta mereka harus bisa keluar dari hotel tersebut hidup-hidup. Kira kira apa yang terjadi di hotel tersebut? Apakah mereka bisa melewati ujian psikologis itu? Dan apa akan ada pertaruhan nyawa? Ayo baca cerita "Hotel Bloody" sekarang juga! Typo bertebaran di mana-mana, belom direvisi (nunggu tamat). Jangan lupa vote, komen, dan follow akun author yaaaa
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#786
psikologis
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • MY PSYCHIATRIST
  • BEGIN AGAIN
  • Menimienai kizuna [Ikatan Yang Tidak Terlihat]END[S 1]
  • Sweet but Psycho [Eunkook & Taerin] ✔
  • REYGAN GHAZI AFKARA
  • The vampire Accident
  • My Perfect Model ( Republish )
  • SUMMER RAIN✔
  • Halilintar x thorn  ( hades x persephone)
  • EDAM (nyala api) [ TAMAT ]

"Where's noona?!" teriak Alphen dengan kemarahan yang sudah tak bisa ia bendung lagi. Tangannya menghantam meja makan, membuat *cling!* suara piring-piring porselen pecah berhamburan ke lantai. Beberapa pecahan terpantul ke arah kursi dan karpet, menambah kekacauan di ruang makan yang awalnya tertata rapi. Beberapa pelayan menunduk dalam diam, tak ada satu pun yang berani mendekat. Di saat yang sama, Cassie membuka pintu rumah dengan tergesa-gesa. Nafasnya memburu, rambutnya berantakan karena angin malam, dan wajahnya penuh panik. "Alphen!" serunya sambil berlari kecil ke arah ruang makan. Begitu melihat kekacauan di sekeliling meja, langkah Cassie terhenti. Matanya membulat saat melihat pecahan piring di lantai, dan di tengahnya, Alphen berdiri membelakanginya, tubuhnya tegang, kedua tangannya mengepal di sisi tubuhnya. "I'm really, really sorry, Alphen... I can't keep my promise." ucap Cassie pelan, suaranya hampir bergetar. Ia tahu... dia benar-benar terlambat. Alphen tak langsung menoleh. Ia hanya berdiri diam, menatap kosong ke arah meja makan yang kini porak-poranda. Cassie perlahan melangkah masuk, melihat sekilas piring-piring yang pecah, lalu menunduk dalam-dalam. "Ini salahku..." bisiknya penuh penyesalan. "Aku... aku melupakanmu. Maafkan aku..." Alphen akhirnya berbalik, menatap Cassie dengan mata yang tampak memerah. Tapi bukan karena marah melainkan karena menahan kekecewaan yang begitu dalam. Suaranya terdengar pelan namun tajam. "Yeah. This is your fault." katanya sambil menunjuk pecahan di lantai. "So what are you gonna do now?"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan