Bisikan Halus

Bisikan Halus

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 10, 2025
Dalam gelap yang tak terlihat, sosok yang dibenci manusia mengintai sebuah keluarga yang perlahan retak. Melalui bisikan halus yang menusuk jiwa, ia menggiring Dina dan Dani keluar dari rumah yang semakin kehilangan cinta, hingga kedua orang tua mereka terperangkap dalam ego dan kemarahan. Dari taman sekolah, warnet, hingga ruang keluarga yang berubah menjadi medan tragedi, kehancuran itu merambat bagai api yang tak terpadamkan. Ketika puncak amarah pecah dan darah tercurah di lantai rumah, pertanyaan pahit membekas di udara: masihkah surga berada di bawah telapak kaki seorang ibu, jika keluarga sendiri runtuh oleh bisikan-bisikan yang tak kasat mata?
All Rights Reserved
#59
dramapsikologis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {End}
  • REGAN's Crazy Wife
  • BACKSTREET
  • Chana's Transmigrasi
  • Drama di Pintu Kosan
  • Change The Plot (Niel)
  • Mission

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines