Mereka tumbuh di perumahan yang sama, berbagi sore yang sama, tanpa pernah benar-benar memberi nama pada perasaan yang diam-diam tumbuh. Sejak SD, ia mengenalnya sebagai kakak kelas yang rumahnya hanya berjarak beberapa rumah. Ia gadis kecil berkerudung dengan tawa sederhana, dan dia anak laki-laki keturunan Tionghoa yang tumbuh dalam keluarga yang menganut agama Buddha. Berbeda keyakinan, berbeda satu tahun usia namun cukup dekat untuk saling menjadi bagian dari masa kecil satu sama lain. Saat SMP, ia pindah kota dan jarak mulai mengambil perannya. Tahun-tahun berlalu, hingga di bangku SMA, laki-laki itu memutuskan memeluk Islam sebuah pilihan besar yang lahir dari pencarian panjang dan mungkin juga dari perasaan yang tak pernah benar-benar selesai. Pertemuan kembali terjadi ketika ia menjadi mahasiswa baru. Namun takdir lebih cepat dari rencana. Dalam perjalanan pulang setelah mengantarnya, sebuah kecelakaan mobil merenggut nyawanya. Cerita mereka pun terpotong. Karena terkadang, yang paling menyakitkan bukanlah perpisahan melainkan kenyataan bahwa kita tak pernah sempat benar-benar memulai.
More details