MOONSTRUCK

MOONSTRUCK

Season 1
  • WpView
    Reads 895
  • WpVote
    Votes 178
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 22, 2026
"Youre my poison, my cursed, my addiction." Cinta tak pernah mati. Ia hanya diam sambil menunggu giliran. Rexleo tidak pernah berniat jahat apalagi melukainya. Yang di inginkan hanya memiliki kembali supaya bisa bersamanya lebih lama. Namun perempuan itu seperti kupu-kupu. Semakin di kejar, semakin menjauh. Hingga satu-satunya yang bisa Rexleo lakukan hanya memandanginya terbang bebas dari kejauhan, meski dalam hatinya ada hasrat yang terus berbisik: Tangkap dia. Jangan biarkan dia pergi lagi! Rexleo hanya pria yang ditinggalkan terlalu lama, dipendam terlalu dalam, hingga cinta di dadanya menggebu-gebu. Baginya, kehilangan bukan pilihan. Yang hilang harus ditemukan. Yang pergi harus kembali! Ia hanya ingin memeluk kembali miliknya yang telah pergi. Karena bagi Rexleo, perempuan itu bukan sekadar masa lalu ia adalah masa depan dan rumah. Rumah yang runtuh harus di bangun kembali, dengan cara apa pun! #1 scream #1 traitor #1 cybercrime
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Belenggu ✔️
  • Prisoner and police
  • The Innocent Devil
  • Endless Broken
  • 2U; To You [End]
  • Hidden Heart
  • Delinquent 21+
  • S I D E R
  • Insanity Addiction
  • ASTOR: The Ghost Of Us

"Jadilah pelacurku!" Mungkin Jovanka tuli, sebab ia menangkap kata asing dari suara berat Jerome. Juga bagaimana tatapan pria itu yang semakin mendingin. "Ya? M-maksud, Ba-," "Jadilah pelacurku apa kamu tuli!" Kini Jerome membentak nyaring. Jovanka terperanjat, suara jantungnya sampai terdengar jelas di telinganya. "Saya tidak butuh uang kamu, juga rumah sialan itu, saya tidak peduli! Proyek itu akan tetap berjalan, Royal Plaza akan tetap berdiri megah, kecuali. Kecuali kamu mau menjadi pelacur saya, memberi saya kepuasan maka kamu akan mendapatkan rumah itu kembali." Bagaimana kalimat perkalimat itu diucapkan dengan begitu lancar. Dan apa Jerome tidak bisa melihat bagaimana air mata gadis yang baru saja ditawarinya menjadi pelacur itu kini meluruh jatuh membasahi bola matanya lalu turun dikedua pipinya. Bukankah itu sangat menjelaskan bahwa setiap perkataannya telah berhasil melukai kehormatannya sebagai seorang perempuan. "Kamu hanya punya waktu sampai besok. Keputusan kamu yang akan menjadi penentu bagaimana nasib rumah itu. Dan jangan anggap diri kamu special, karena semenjak kamu memutuskan pergi dengan pria lain, bagiku kamu tidak lebih dari wanita murahan diluar sana." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines