Kamus Tiga Jilid

Kamus Tiga Jilid

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 24, 2025
"Setiap yang kamu lakukan, punya harga di masa depan." Kalimat motivasi yang selalu Ellen tempel di meja belajarnya. Kalimat itu bukan berasal dari motivator terkenal, tapi dari ibunya yang telah merasakan pahit getir kehidupan. Impian Ellen untuk sekolah di luar negeri sempat sirna, ulah pembunuh mimpi terkejam yaitu ekonomi. Tapi itu tidak menyurutkan niatnya untuk menjadi mahasiswa di universitas top dunia. Sebelum itu ia harus melawan nafsu buruk yang mengajaknya untuk melakukan kenakalan remaja, overthinking dan menghabiskan tenaga untuk stalking. Novel ini menceritakan tentang lika-liku Ellen, seorang remaja yang ingin menata hidupnya dari masa kini, sebelum ke masa depan. Karena masa depan adalah hasil dari apa yang kita lakukan di masa sekarang. Relate? Bisa jadi! Tenang! Konflik nya nggak bikin otakmu mumet kok, tapi mungkin kamu jadi mikir dua kali.. "Ternyata, dunia se-nggak adil itu ya.."
All Rights Reserved
#850
rekomendasiwattpad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • President's Wife
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • Heyu : Second Gear
  • Kamu Hanya Milikku
  • Skyline Marriage
  • GUMI [Completed]
  • The Cold Ceo's Hidden Heir ( END )
  • El and Jerganio (End)

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines