Happy Days, Lovely Days

Happy Days, Lovely Days

  • WpView
    LECTURAS 83
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, feb 10, 2026
WpInfo
Ficción
Temas Sociales
Vida Familiar
Coming of Age
Crecimiento y Autodescubrimiento
Empat sahabat. Empat kehidupan. Empat masalah yang tidak pernah benar-benar sederhana. Mereka menjalani hari-hari yang terasa melelahkan, realita yang sering kali menyebalkan, dan mimpi-mimpi yang perlahan diuji oleh keadaan. Di balik tawa dan obrolan ringan, masing-masing memikul beban yang tak selalu bisa diceritakan. Ada seseorang yang dituntut tetap profesional di tengah tekanan pekerjaan yang nyaris meruntuhkan mental. Ada pula yang terus mengejar mimpi, meski hidup memaksanya menjadi versi diri yang tak pernah ia inginkan. Seorang pejuang mimpi dipaksa belajar melepaskan oleh keadaan, sementara yang lain memikul tanggung jawab besar atas kepercayaan yang tinggi. Mereka tidak selalu kuat. Tidak selalu benar. Namun mereka memilih bertahan-bersama. Karena ini bukan hanya tentang persahabatan. Ini tentang mimpi, tanggung jawab, keberanian, dan pengorbanan-pengorbanan kecil yang terasa begitu berat. Dan tentang satu hal yang sama-sama mereka perjuangkan: hidup.
Todos los derechos reservados
#29
dramalife
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dua Langit Berbeda
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • MOTHER
  • Unexpectedly Yours
  • ATMA FATAMORGANA
  • Stealing My Husband

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido