[🔞 Cerita ini mengandung unsur dewasa 🔞]
Ace Alexander Newton adalah pria yang punya segalanya - wajah tampan, tubuh atletis, karisma alami, dan latar belakang pewaris perusahaan besar di Singapura. Ia terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan, terutama wanita. Dengan senyum tipis dan tatapan menggoda, Ace selalu mampu membuat seluruh wanita jatuh dalam pesonanya tanpa perlu berusaha keras. Ia percaya, cinta hanyalah permainan, sampai ia bertemu dengan Felisha Zhao.
Felisha bukan tipe wanita yang mudah didekati. Ia tegas, berprinsip, dan tahu betul nilai dirinya. Ia tidak butuh pria seperti Ace - tampan, menawan, tapi suka mempermainkan hati. Di mata Felisha, pria seperti itu hanyalah gangguan. Namun justru sikap dinginnya yang membuat Ace kehilangan kendali.
Untuk pertama kalinya, pesona Ace tak berarti apa-apa.
Felisha tidak terpikat oleh senyumannya, tidak goyah oleh rayuannya, bahkan tak peduli dengan status dan kekayaannya.
Bagi Ace, Felisha adalah tantangan - batu keras yang ingin ia pecahkan, wanita mahal yang ingin ia miliki. Tapi semakin ia mencoba menaklukkannya, semakin ia tenggelam dalam pesona dingin yang justru membakar batinnya. Setiap malam, bayangan Felisha menghantui pikirannya dalam mimpi-mimpi panas yang tak pernah bisa ia kendalikan.
Dan ketika batas antara obsesi dan cinta mulai kabur, Ace menyadari satu hal.
Untuk pertama kalinya dalam hidup, ia benar-benar jatuh cinta dan sangat ingin memiliki Felisha.
ADULT ROMANCE 21+
Alana Mahaning Wijaya tidak pernah berpikir akan menjual rahimnya demi uang. Namun ketika ayahnya terbaring di rumah sakit dan harapan menipis, satu-satunya cara untuk menyelamatkannya datang dalam bentuk kontrak rahasia-pernikahan bayangan dengan pria yang sudah memiliki istri sah.
Nama sang istri tetap tercatat di atas kertas sebagai ibu kandung anak yang akan dilahirkannya, naasnya Alana yang harus menempati ranjangnya, dan juga yang harus mengandung anak mereka.
Dalam sembilan bulan kesepakatan itu, ia dilarang jatuh cinta, dilarang menuntut apa pun, dan dilarang muncul di hadapan keluarga besar mereka.
Perlahan Alana menyadari bahwa ia tidak hanya menjual rahimnya untuk menyelamatkan ayahnya-ia juga sudah menyerahkan jiwanya kepada lelaki yang seharusnya bukan miliknya.
Lalu apa yang terjadi setelah sembilan bulan itu, haruskah Alana meninggalkan pasangan itu sesuai kontrak yang sudah di tandatanganinya?