Di balik wajah tenangnya, Claudia Nezy Klaedanara menyimpan bayangan yang tidak pernah ia ceritakan kepada siapa pun. Dulu ia adalah gadis pendiam yang tetap ceria, seseorang yang lembut, baik, dan selalu mencoba melakukan hal yang benar. Namun semuanya berubah ketika ia memasuki Ellender High School.
Masa SMA yang seharusnya menjadi awal baru justru membuat Claudia merasa kehilangan dirinya sendiri. Ia terpaksa menuruti keinginan orang tua memilih jurusan yang bukan impiannya. Ia ingin berada di IPA untuk mengejar cita-cita menjadi dokter, tetapi akhirnya berada di kelas X IPS 3 yang membuatnya merasa tidak cocok dan semakin terpojok.
Di kelas itu, Claudia sering menjadi bahan omongan. Ia dituduh, dibicarakan secara diam-diam, bahkan ketika orang-orang berpura-pura menjadi teman yang duduk di sampingnya. Claudia mulai memakai topeng dan berpura-pura baik agar tidak menyusahkan siapa pun, meski hatinya perlahan lelah.
Sampai seseorang yang tidak ia duga kembali muncul, Daisy Elmara Arsyianaya. Daisy bukan sahabat lama dan bukan teman dekat. Ia hanya gadis yang pernah Claudia tolong saat SD ketika Daisy menjadi korban bully. Claudia hampir melupakan kejadian itu, tetapi Daisy tidak pernah melupakannya.
Bagi Daisy, pertolongan kecil itu adalah momen yang mengubah hidupnya. Karena itu ia selalu mengingat Claudia sebagai sosok yang lebih baik daripada yang terlihat sekarang. Daisy ingin mendekati Claudia agar ia tidak merasa sendirian. Ia berharap Claudia bisa kembali menjadi dirinya yang dulu, bukan sosok yang dipaksa bersembunyi di balik topeng.
Kini, di usia 15 dan 16 tahun, mereka dipertemukan kembali sebagai dua remaja yang sama-sama berusaha bertahan. Pertanyaannya, apakah Claudia mampu menghadapi bayangan yang selama ini ia simpan, atau justru topeng itu akan menjadi dirinya selamanya?
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
Gravarenzo Kairos Ferdezeus. Meski berwajah datar pemuda tampan yang menjabat sebagai Ketua geng DrakeZeus itu memiliki pembawaan yang tenang. Namun justru ketenangan itulah yang menjadi sumber ketakutan terbesar bagi banyak orang, membuat siapa pun berpikir dua kali untuk berani mengusiknya.
Tapi tidak bagi perempuan yang satu ini.
Alih-alih gentar untuk mendekat, ia justru menerobos. Meski sadar bahwa perasaan cintanya kerap berakhir dengan penolakan, ia tak pernah memilih untuk menyerah.
Hingga akhirnya, sebuah kesempatan hadir, membuka awal baru yang tak pernah disangka oleh keduanya....