The Perfect Monster

The Perfect Monster

  • WpView
    Reads 4,432
  • WpVote
    Votes 171
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 7, 2026
18+ | Kekerasan, pelecehan, darah dan trauma. Cerita ini gelap dan disturbing. Tolong baca dengan hati-hati. Di jantung keluarga Vercallon, kekuasaan diwariskan, kekejaman diajarkan, dan cinta adalah kemewahan yang mematikan. Armon Vaelis Vercallon, anak kedua yang dianggap "kesalahan" keluarga, tumbuh dalam bayang-bayang: dihina, dipukuli, dan diharapkan mati. la belajar sejak dini bahwa kelemahan berarti hukuman, dan belas kasihan hanyalah kemewahan yang tak bisa dimilikinya. Namun, bocah yang dulu terpojok oleh kebencian itu tidak akan tetap lemah selamanya. Saat Armon bangkit, warisan keluarga Vercallon menjadi senjatanya, dan dunia di sekitarnya bergetar di bawah bayangannya yang lahir dari rasa sakit. Monster sejati. Gelap. Kejam. Tak mengenal ampun. Armon siap menunjukkan bahwa kekejaman adalah warisan sejati keluarga Vercallon, tapi apakah kamu siap menghadapi pewaris monster ini? @foto-foto yang ada di dalam cerita ini diambil dari Pinterst. Bukan milik saya, cuma pinjam saj
All Rights Reserved
#35
dark
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEJAK LUKA
  • LA FEDELTÀ
  • I Was Looking At The Villainess
  • SWEETPOISON🦋
  • Pages Of Sin
  • Prisoner and police
  • Dark Symphony In a Dollhouse
  • La Señora
  • Prison in Prada
  • ARMITAGE

Takdir tak pernah memeluk Dalila dengan lembut. Sejak masa sekolah hingga ia dewasa, hidupnya hanyalah barisan luka yang tak sempat kering. Semesta seperti menuliskannya sebagai tokoh samping dalam naskah kebahagiaan orang lain terlupakan, terinjak, dan nyaris hancur. Namun ketika ia bertemu dengan seorang pria-penuh pesona, penuh bahaya, dan terobsesi olehnya, Dalila menemukan sisi dirinya yang tak pernah ia kenal. Antara ketakutan dan keinginan, antara trauma dan cinta yang samar, ia perlahan berdiri. Bukan lagi gadis yang tunduk, melainkan perempuan yang belajar menatap gelap dengan mata terbuka. Ini bukan kisah cinta yang manis. Ini adalah tentang seorang jiwa yang memilih melawan semesta, menantang takdir, dan menuntut bahagia, meski dengan darah, air mata, dan hati yang terus berdetak meski nyaris remuk.

More details
WpActionLinkContent Guidelines