Your Stolen Role

Your Stolen Role

  • WpView
    Reads 246,346
  • WpVote
    Votes 16,536
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2026
Giannalise Dyandra Atmaja tumbuh dengan luka akan pengkhianatan yang berkepanjangan. Tiga puluh tahun lalu, tepat di hari lahirnya, ayahnya menghadirkan orang lain dalam keluarga yang kata orang cemara. Luka semakin menganga saat kekasih yang ia percaya bertahun-tahun memilih berkhianat bersama sahabatnya sendiri. Ditengah hari-harinya yang tak tenang, sebagai seorang aktris, Giandra mendapat job yang mengharuskannya beradu akting romansa dengan aktor senior sekelas Jordan Adiyaksa-kakak iparnya sendiri. Ia menceritakannya kepada para kakaknya, namun sebuah bisikan setan terdengar. "Udah bener ambil aja Jordan, pelet dia. Kayak ibunya Ajeng yang ambil bokap dari mama." "Gila lo!" Jordan bukan hanya lelaki yang terlarang karena kata ipar, status pria itu yang juga suami orang membuat Giandra tidak mungkin bisa seenaknya mengambilnya. Namun sepertinya ide kakaknya tidak salah, terlebih sosok Jordan yang juga begitu dipuja sahabat yang telah mengkhianatinya. Apa boleh ia mencobanya? Hitung-hitung membuka dua pintu balas dendamnya. ___________________________________________ Disclaimer‼️ • work of fictions • 21+ • credit picture by pinterest
All Rights Reserved
#1
krystal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Redline Whispers (End)
  • Rewrite Our Life
  • Full Money Full Love (21+)
  • Stay With Me, Dayana
  • Kinasih
  • Short Story Collection
  • LOVE IS FORGIVENESS
  • The Silent Vow
  • A HOUSE BUILT IN SILENCE

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines