Kita dan sore Jogja

Kita dan sore Jogja

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 11, 2025
Jogja, pada suatu sore yang lirih. Hujan turun pelan, seolah ingin menyampaikan salam dari langit. Di antara aroma tanah basah dan langkah-langkah yang mencari teduh, seorang perempuan muda memasuki sebuah studio kayu kecil yang hangat-tempat seorang lelaki perantau menata hidupnya dengan sederhana. Pertemuan itu bukan gegap gempita, bukan pula takdir yang memaksa. Hanya dua jiwa yang sama-sama mencintai ketenangan, dipertemukan oleh hujan yang alon-alon turun. Di kota yang menaruh ingatan di setiap sudutnya, mereka belajar mengenali satu sama lain: dengan tutur kata halus, tatapan yang tidak tergesa, dan hati yang pelan-pelan terbuka. Jogja menjadi saksi, bahwa kadang, yang paling lembutlah yang justru menetap paling lama.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Want to Live
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [END]
  • The King & The Doctor
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Love at Time's Brink
  • Second
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • JEEVANA
  • Given || Ju Jihoon

Dalam sebuah novel, Cressilia Arunika Dananjaya hanyalah figuran. Namanya muncul sekali, lalu dia mati. Masalahnya, ia terbangun sebagai Cressilia, bertahun-tahun sebelum kematian itu terjadi. Gadis ini bukan tokoh utama. Tidak punya peran penting. Bahkan tak tercatat di blurb cerita. Tapi dia tahu satu hal: jika cerita ini berjalan seperti seharusnya, ia akan mati di rumah sakit, dan dunia akan tetap baik-baik saja tanpanya. Dia tidak ingin mengubah alur. Tidak ingin merebut peran siapa pun. Dia hanya ingin hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines