Army dreamers

Army dreamers

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 20, 2025
WpInfo
Fiction
Historical
Salju turun pelan di luar barak, menutupi jejak-jejak langkah yang sudah lama menghilang. Di dalam ruangan yang remang, sebuah meja kayu tua menjadi satu-satunya saksi bisu tentang apa yang tak pernah diceritakan prajurit itu kepada siapa pun. Di atas meja, tersimpan rapi sebuah kotak logam kecil-warnanya kusam, pinggirannya sedikit penyok, seolah ia pernah dibawa melewati perjalanan yang terlalu jauh. Saat kotak itu dibuka, aroma kertas tua bercampur debu halus langsung memenuhi udara. Di dalamnya, puluhan surat tersusun tanpa suara. Semua ditulis dengan huruf-huruf yang rapi, dikirim dari negeri yang jaraknya ribuan kilometer jauhnya: Nusantara. Tidak ada yang tahu bagaimana surat-surat itu bisa dimulai. Tidak ada yang tahu bagaimana hubungan aneh itu bisa terbentuk di antara dua manusia yang tidak pernah bertemu. Yang jelas, setiap surat yang diterima prajurit itu membuatnya menatap jendela lebih lama. Seakan-akan, lewat kalimat-kalimat dari tanah jauh itu, ia menemukan sesuatu yang tak pernah diberikan negaranya: rasa manusiawi yang nyaris hilang dalam tugas dan disiplin yang keras. Hingga suatu hari, surat-surat itu berhenti datang. Bukan karena perang. Bukan karena pos. Tapi karena sesuatu yang tak pernah dijelaskan siapa pun. Kini, bertahun-tahun kemudian, seseorang membuka kotak itu kembali. Mencari jawaban. Mencari kebenaran. Mencari jejak terakhir dari kisah korespondensi yang nyaris terlupakan oleh sejarah. Dan kini semua pertanyaan terjawab perlahan.
All Rights Reserved
#469
justfriends
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝟏𝟗𝟔𝟓 ║𝐏𝐈𝐄𝐑𝐑𝐄 𝐓𝐄𝐍𝐃𝐄𝐀𝐍
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Asmaranala
  • Duchess of Valtor
  • Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental
  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • ✅ SUAMI KAISAR

Sebutan wanita rendahan yang orang lain sematkan padanya tak membuat gadis itu menyesali keputusannya. Awalnya ia berpikir demikian, sampai di mana dirinya bertemu dengan sosoknya yang bagai hutan luas. Memberikan kesan tenang diawal, namun menyesatkan saat terlalu jauh melangkah. Perasaan gelisah menghantui seolah pohon-pohon itu siap menelannya dalam keterpurukan saat tak menemukan jalan pulang. Hanya ada hijau, seperti sorot matanya yang begitu dalam. Tak sampai di situ, rentetan kejadian tak terduga yang mengubah hidup dan cara pikirnya membuat Widari menyesali pilihannya. Kata 'andai', hanya sebatas kata yang tak bisa tercapai. Kehilangan orang-orang terkasih membuatnya tersadar, kini hidupnya tak lagi berarti. Keegoisan untuk hidup berdasarkan pilihannya sendiri kini ia sesali. Sosok baru datang. Seorang yang tempat asalnya masih abu-abu, sosok yang tak bisa Widari nilai dengan mudah, punggung lebar yang berdiri di hadapannya, melindunginya tanpa alasan yang jelas, mencoba menerobos masuk tanpa ia beri kesempatan. Hingga akhirnya memilih berakhir, mengakhiri takdir menyedihkan bersamanya dalam keputusasaan dan kehilangan... ____ ____ ● Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari oleh penulis. ●Semua dalam cerita hanya fiksi semata dan tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan asli seseorang. ____ ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA, BERUPA VOTE & KOMEN~ ----- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk dinikmati dan tidak untuk menyinggung pihak mana pun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ----- PERINGATAN! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN! PLAGIAT HARAP MENJAUH! ___ NOTE : JIKA TIDAK MENYUKAI WATAK KARAKTER DALAM CERITA INI DIPERSILAHKAN UNTUK BERHENTI MEMBACA ATAU BACA CERITA SAYA YANG LAIN. ____ Publikasi: 15-05-2024 ____ Pictures: Canva & AI

More details
WpActionLinkContent Guidelines