Yang Selalu Jadi Alasan

Yang Selalu Jadi Alasan

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 20, 2026
WpInfo
Non-Fiction
(FIKSI) Di kota yang hiruk pikuk dengan janji-janji politik dan gedung pemerintahan berlapis kaca yang angkuh, seorang anak muda dari kasta rendah terkurung di tempat fotokopi kumuh di gang belakang. Setiap hari, ia menggandakan laporan anggaran, proposal bantuan, dan surat keputusan yang tak pernah menyentuh kehidupannya. Ia membaca segalanya, tahu terlalu banyak tentang ketidakadilan yang terjadi, tetapi suaranya tak pernah didengar. Ketika satu kebijakan besar diumumkan, katanya demi rakyat kecil, hidup orang-orang sepertinya justru perlahan runtuh, harga beras melonjak, sekolah anak-anak terancam putus, dan harapan satu-satunya adalah bertahan hidup. Ini cerita tentang bagaimana harapan bisa mati perlahan-lahan, tanpa suara, di antara tumpukan kertas dan janji-janji kosong. Ini tentang apa yang terjadi pada orang-orang yang selalu menjadi alasan, tapi tak pernah jadi tujuan.
All Rights Reserved
#7
fiksisosial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ATMA FATAMORGANA
  • Unexpectedly Yours
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • Dua Langit Berbeda
  • MOTHER
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • Stealing My Husband

"Jadilah seperti lumut: ada, tapi tidak terlihat, dan kalau bisa jangan diinjak." Itulah moto hidup Sevanja Nandhira. Sebagai mahasiswi Seni Rupa di Universitas Brahmana yang isinya anak-anak sultan, Sevan lebih memilih menjadi "Cewek Suram" yang hobi begadang demi deadline gambar daripada harus bersosialisasi. Strateginya sederhana yaitu hindari keramaian, gunakan jalur tikus, dan tetap berada di luar Radius Seratus Meter dari orang-orang populer. Terutama dari Adiaksa Ranjaya Jasvanta. Aksa adalah segalanya yang Sevan hindari karena tinggi 185, bintang Ice Hockey, salah satu mahasiswa terkenal orang terkaya di kampus yang dijuluki Vanguard, dan memiliki aura "lampu sorot" yang menyilaukan. Bagi Sevan, Aksa adalah intimidasi visual dan gangguan dalam hidupnya. Lari cepat setiap kali melihat ujung jaket hoki Aksa adalah olahraga wajib. Namun, Sevan tidak tahu satu rahasia besar. Aksa bukan sekadar cowok populer yang iseng. Aksa adalah kolektor rahasia dari karya-karya digital anonim milik Sevan yang sangat emosional. Baginya, Sevan bukan sekadar "gadis berantakan" yang hobi kabur. Sevan adalah pelukis hantu yang selama ini ia kagumi karyanya. Kini, sang Forward tim hoki itu telah mengunci targetnya. Bukan di lapangan es, melainkan di lorong-lorong sempit fakultas seni. Dimulai dari satu krat susu coklat hingga aksi kejar-kejaran absurd yang bikin heboh satu kampus, Aksa bertekad menembus zona nyaman Sevan yang sekecil kotak pensil itu. Sanggupkah Sevan mempertahankan jaraknya, atau justru ia akan terjebak dalam pesona "Beruang" yang ternyata tidak se-polos kelihatannya? ~~~ DILARANG PLAGIAT (⁠ノ⁠`⁠Д⁠'⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ pernah di unpublish karena di revisi. #01 teenfiction [ 20 Maret 2026] #01 absrud [ 20 Maret 2026] #01 gambar [ 20 Maret 2026] #01 fiksi [31 Maret 2026] #02 komedi [ 20 Maret 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines