![Story cover for Blossoms [Soon] by sabeelw_](https://img.wattpad.com/cover/405151546-256-k434214.jpg)
Di bawah langit kekaisaran yang agung namun dingin, Yan Hongye berdiri sebagai satu-satunya pewaris takhta-Sang Adipati Yan, putra tunggal Kaisar yang ditakuti. Hidupnya ditempa oleh besi dan darah; baginya, kekuasaan adalah pedang bermata dua yang perlahan membunuh jiwanya. Di mata dunia, ia adalah naga yang tak tersentuh, sosok yang hatinya telah membeku oleh dinginnya intrik istana dan kewajiban yang mencekik. Hingga suatu malam, di sebuah paviliun terpencil di sudut kota yang riuh, angin membawa denting dawai yang mampu menembus baju zirah emosinya. Dialah Shen Yi, atau yang dalam bisikan terlembut dipanggil Manman. Seorang pemuda dengan jari-jari yang diberkati dewa, pemain Guqin terbaik yang mampu mengubah udara menjadi puisi. Musik Shen Yi bukan sekadar hiburan; itu adalah doa yang dilantunkan tanpa kata, sebuah telaga jernih di tengah gurun kehidupan Hongye yang gersang. Shen Yi hidup seperti kelopak bunga di musim semi-indah, lembut, namun memiliki keteguhan yang diam. Pertemuan mereka adalah sebuah anomali. Antara tangan yang terbiasa menggenggam pedang pembunuh dan tangan yang memetik dawai Guqin, terjalin sebuah ikatan yang seharusnya mustahil. Bagi Yan Hongye, Shen Yi adalah-satu-satunya bunga yang berani mekar di tanah hatinya yang tandus. Dan bagi Shen Yi, Hongye bukanlah monster yang digosipkan rakyat, melainkan seorang pria kesepian yang merindukan rumah. Namun, di dunia persilatan dan istana yang kejam, kelembutan adalah dosa. Ketika ambisi musuh mengancam takhta dan rahasia masa lalu mulai terkuak, Yan Hongye dihadapkan pada pilihan yang menyiksa: mempertahankan mahkotanya dengan darah, atau melepaskan segalanya demi melindungi satu-satunya melodi yang membuat jantungnya berdetak. Cinta mereka manis seperti nektar, namun tajam seperti irisan belati. Ini adalah kisah tentang bagaimana sekuntum bunga mencoba bertahan di tengah badai pedang. Tous Droits Réservés
1 chapitre