Triancolumna Incident mengikuti kisah Gabriel Sweinfey, seorang jurnalis kecil yang berambisi mengungkap serangkaian fenomena kematian tidak wajar di kotanya. Ia berharap, bila berhasil menemukan kebenaran di balik misteri ini, nama dan stasiun beritanya akan terangkat.
Kejadian aneh itu bermula ketika warga ditemukan tewas membusuk parah, seolah telah dibiarkan berbulan-bulan-padahal sehari sebelumnya mereka terlihat sehat, beraktivitas seperti biasa, dan berinteraksi dengan banyak orang. Tidak ada tanda kekerasan, tidak ada jejak kimia, dan penyebab kematian tak dapat dijelaskan.
Lebih membingungkan lagi, setiap korban sempat menghilang sekitar satu jam, lalu ditemukan kembali dalam kondisi hancur, mengenakan pakaian yang sama seperti hari sebelumnya. Orang-orang terdekat mereka pun bertingkah seolah tidak mengenal korban sama sekali-bahkan pasangan atau keluarga terdekat pun kehilangan memori tentang keberadaan mereka.
Kebuntuan polisi, detektif, dan ahli forensik membuat Gabriel semakin terpancing. Ia mulai menyelidiki sendiri, mengumpulkan bukti, mewawancarai siapa pun yang mungkin tahu sesuatu, dan membekali diri dengan pisau taktis serta pistol M1911, berjaga-jaga bila pelaku adalah seorang pembunuh berbahaya.
Pada 27 Maret 1989, hari pertama penyelidikannya, Gabriel melihat sosok misterius berdiri diam di halte bus, wajahnya tertutup gelap. Saat sosok itu menghilang di antara bangunan, Gabriel mengejarnya-namun yang ia temukan justru mayat membusuk yang tidak lagi memiliki ciri-ciri manusia hidup. Tubuh itu telanjang, baunya menusuk, seperti dilarutkan asam hingga tak bisa dikenali... padahal beberapa menit sebelumnya ia melihat orang tersebut masih berpakaian dan tampak normal.
Penemuan ini menjadi awal dari perjalanan Gabriel untuk menyingkap kebenaran di balik fenomena yang tidak hanya melanggar logika, tetapi juga mengguncang batas antara ingatan, identitas, dan kematian.
Cerita ini merupakan versi remastered cerita "Defleksi Realitas" ditulis 2022
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang