Dua Nama Satu Doa

Dua Nama Satu Doa

  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 7, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Azara, sosok anak perempuan yang ceria dan blak-blakan, tiba-tiba jatuh hati dengan seseorang yang baru saja ia temui, bahkan namanya saja tidak ia ketahui. Datang ke rumah secara tiba-tiba, membawa seluruh keluarganya. Siapa dia? Sosok laki-laki itu, dengan kemeja putih dan bawahan gelap, turun dari mobil dengan gagahnya, dikelilingi oleh keluarganya yang mengenakan pakaian yang seragam. Who is he? Apa yang membuatnya begitu mempesona di mata Azara? Dia terlihat seperti seorang pangeran, dengan aura kepercayaan diri yang memancar dari dalam di mata Azara. Azara tidak bisa melepaskan pandangannya dari sosok yang misterius ini. Apa yang membuatnya begitu menarik? Apakah itu karena penampilannya yang berbeda, atau ada sesuatu yang lebih dalam? Apakah perasaan Azara akan dibalas dengan kebahagiaan? Atau bahkan kekecewaan? Baca terus untuk mengetahui bagaimana kelanjutannya...
All Rights Reserved
#7
cintapadapandanganpertama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines