Caged Whispers

Caged Whispers

  • WpView
    Reads 34,455
  • WpVote
    Votes 2,356
  • WpPart
    Parts 62
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 17, 2026
"Lepaskan aku..." suara Alice bergetar, tangannya meronta sekuat tenaga dari cengkeraman yang terlalu dingin, terlalu kuat. Nafasnya memburu, seolah udara di sekitarnya menolak untuk masuk ke paru-paru. Namun Van tidak bergeming. Satu tangannya menahan pergelangan Alice, tangan satunya terulur ke wajahnya. Ujung jarinya kasar, dingin, saat ia mengangkat dagu Alice dengan paksa. "Mengapa kau selalu mencoba lari dariku?" bisiknya pelan, nyaris lembut, tapi mengandung ancaman yang menusuk tulang. Alice memejamkan mata, menolak menatap. Namun cengkeraman itu semakin menekan, membuatnya tak punya pilihan selain menatap ke dalam sepasang mata gelap yang menelannya bulat-bulat. "Bukalah matamu," perintah Van lirih, seakan mantra. "Aku ingin kau lihat sendiri... bahwa satu-satunya tempatmu hanyalah di sisiku." Air mata Alice jatuh. Dalam diam, ia tahu, protesnya tidak berarti apa-apa. Sebab pria itu bukan sekadar ingin memilikinya, ia ingin menghapus seluruh dunia Alice, hingga yang tersisa hanyalah dirinya. Dan pada malam itu, ia sadar : kebebasan hanyalah mimpi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • De Lucchi Obsession (End)
  • Trapped in Pastel [ END ]
  • Forever with Him ✓
  • Prison in Prada
  • SWITCH
  • Bound by Him
  • Game of Freedom [Dibuat Ulang]
  • LORENZO
  • Uncontrollable Obsession - Ending
  • NOCTURNE (End)

Pertemuan tak terduga dengan Matthias De Lucchi mengubah hidup Anastasia London. Terpesona dengan uluran tangan yang diberikan Anastasia pada malam itu, membuat Matthias yang menyimpan masa lalu kelam merasakan perasaan yang tak pernah di rasakannya. Bagi Matthias, malam itu Anastasia tampak sangat terang diantara gelapnya malam. Ia ingin melihat cahaya itu setiap saat, setiap waktu, setiap detik.. Ia ingin cahaya itu, cahaya yang dinamainya 'Anastasia' Sejak hari itu ia mengawasi Anastasia dari balik bayang-bayang, berencana memilikinya sepenuhnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines