Story cover for Caged Whispers by KaitoSouta
Caged Whispers
  • WpView
    Membaca 2,424
  • WpVote
    Vote 409
  • WpPart
    Bab 21
  • WpView
    Membaca 2,424
  • WpVote
    Vote 409
  • WpPart
    Bab 21
Bersambung, Awal publikasi Des 12, 2025
19 bab baru
"Lepaskan aku..." suara Alice bergetar, tangannya meronta sekuat tenaga dari cengkeraman yang terlalu dingin, terlalu kuat. Nafasnya memburu, seolah udara di sekitarnya menolak untuk masuk ke paru-paru.

Namun Van tidak bergeming. Satu tangannya menahan pergelangan Alice, tangan satunya terulur ke wajahnya. Ujung jarinya kasar, dingin, saat ia mengangkat dagu Alice dengan paksa.

"Mengapa kau selalu mencoba lari dariku?" bisiknya pelan, nyaris lembut, tapi mengandung ancaman yang menusuk tulang.

Alice memejamkan mata, menolak menatap. Namun cengkeraman itu semakin menekan, membuatnya tak punya pilihan selain menatap ke dalam sepasang mata gelap yang menelannya bulat-bulat.

"Bukalah matamu," perintah Van lirih, seakan mantra. "Aku ingin kau lihat sendiri... bahwa satu-satunya tempatmu hanyalah di sisiku."

Air mata Alice jatuh. Dalam diam, ia tahu, protesnya tidak berarti apa-apa.
Sebab pria itu bukan sekadar ingin memilikinya, ia ingin menghapus seluruh dunia Alice, hingga yang tersisa hanyalah dirinya.

Dan pada malam itu, ia sadar : kebebasan hanyalah mimpi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Caged Whispers ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#59story
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Jodoh di Kamar Sebelah cover
Reinhard : Asrayah yang dilupakan. cover
Bisikan Cinta Keagungan Piramida (On Going) cover
[END] WEST : THE SUN FROM ANOTHER STAR cover
Merciless Ex Obsession cover
Prahara Lamaran cover
obsesi oneshort story  cover
Althea cover
Jenardo: BAD BROTHER  cover
CHASE DIGNITY  cover

Jodoh di Kamar Sebelah

65 bab Bersambung

||FOLLOW SEBELUM BACA!!!|| "Ini kamar aku, nggak boleh nyelonong masuk tanpa izin" tegas Ala, kesal karena ruang pribadinya diakses tanpa seizinnya. Kai menutup pintu, mendekat ke arah Ala yang sedang berbaring di ranjangnya. "Ih, jangan naik" larangan Ala lagi-lagi diabaikan oleh pria itu. Ala memberenggut kesal, pria kaku itu bahkan sudah bergabung di bawah selimut yang ia pakai. "Sejak kapan suami istri punya kamar sendiri-sendiri?" bisik Kai tepat di belakang telinga Ala. Ala merinding kegelian karena hangat hembusan nafas Kai. "Sejak sekarang" pekik Ala begitu berhasil melarikan diri dari dekapan Kai. Dia berlari ke luar kamar, meninggalkan Kai yang tertawa puas setelah berhasil menggoda dirinya. Masih terasa jejak usapan tangan Kai di perutnya tadi. Ala khawatir, apakah pria itu sudah tahu? *** Cerita ini tentang dua sejoli yang hidup bertetangga namun tidak saling mengenal. Mereka bertemu karena sebuah insiden, hingga akhirnya semakin dekat dan mulai nakal tipis-tipis 🔞 ⚠️⚠️⚠️ Terdapat beberapa konten dewasa eksplisit dan kata-kata vulgar, silahkan skip jika tidak berkenan. Bijaklah memilih bacaan. JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN KARENA BACA CERITA INI GRATIS. JANGAN JADI SILENT READER!