Borneo's Best Route

Borneo's Best Route

Season 2 of 2
  • WpView
    Reads 33,832
  • WpVote
    Votes 3,938
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 23, 2026
Buku kedua dari Turkey's Best Route! Berak dan bernapas di umur mepet kepala empat tuh rasanya seperti sambil diapit banyak tuntutan orang-orang. Biar gak kebanyakan disebut, Ananta ambil contoh yang paling kentut, ialah tuntutan menikah. Menurutnya, tuntutan itu sudah hampir setengah jalan terealisasi. Calon? ada. Kemapanan? Jelas. Kewarasan? Kurang jelas. Tapi waras. Kayaknya. Tapi waras. Permasalahan muncul ketika tinggal pasang cincin, mendadak ada kesalahpahaman karena mulut terlalu licin, berujung hampir batal jadi pengantin. Satu-satunya kesempatan Ananta sebelum benar-benar kehabisan bensin ialah dengan mengadakan perjalanan mengelilingi pulau Kalimantan sebulan penuh supaya calonnya, Senantia, tahu bahwa ia layak diperjuangkan lebih dari sekadar maskawin!
All Rights Reserved
#18
jujihoon
WpChevronRight
Series

Rute Terbaik

  • Turkey's Best Route [END]
    Season 1
    50 parts
  • Season 2
    52 parts
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIRAETH [Tamat]
  • Karena Terkadang, Pahit Justru yang Paling Menyembuhkan
  • Direct-Love?
  • Touchpoints
  • Turkey's Best Route [END]
  • this is what it feels like || tiwifl
  • Délice
  • Call It A Day! [END]
  • Road Trip to The Moon
  • Break, Burn, Bloom [END]

Han Jae-bi bersumpah bahwa hari ini adalah hari tersial dalam hidupnya. Bagaimana tidak? Hari ini ia sudah jatuh dua kali, menimbulkan satu luka di tungkai kanan, satu memar di dahi, satu peringatan keras karena terlambat, dan setumpuk omelan karena performanya dianggap buruk. Dan pria itu, pria yang membenturkan pintu ke dahi Jae-bi itu ... ah. Han Jae-bi berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan pernah bertemu pria itu lagi. Namun sepertinya Jae-bi terlalu percaya diri. Sebab ia kembali bertemu dengan pria itu keesokan harinya, dan esoknya, dan esoknya lagi, hingga Jae-bi terbiasa dengan kehadirannya. Jae-bi tak akan pernah menyangka bahwa pria jenaka si tukang pembuat masalah itu ternyata adalah seseorang yang hadir dari suatu masa yang ingin dihindarinya mati-matian. Ia juga tak akan pernah menyangka bahwa pria itu pula yang pertama kali menggenggam tangannya, lalu mengajaknya beranjak menuju apa yang mereka sebut sebagai masa depan. *_* Halo. Kalau kamu tertarik, sila membaca dan memberi dukungan. Saya juga berharap teman-teman pembaca bisa memberikan kritik membangun, komentar, dan teguran apabila ada kesalahan konten cerita serta kesalahan terkait EBI. Semoga sepotong cerita ini bisa memberimu penyembuhan tentang kehilangan dan upaya untuk melepas apa yang seharusnya direlakan. Selamat membaca. ^^

More details
WpActionLinkContent Guidelines