"Lo adalah rumah yang paling tabah. Gue terlalu kalah untuk bisa bertahan di kondisi yang waktu itu maksa gue buat nyerah. Lo boleh marah, karena gue adalah peran yang salah."
-Rakaendra Argatama
Setelah empat tahun berpacaran sejak kelas 8 SMP, hubungan Evalora Syanara Dirgantara dan Rakaendra Seanka Argatama berubah dari cinta remaja yang manis menjadi arena kompetisi yang melelahkan. Dua jenius yang selalu berada di puncak kelas, dua ambisius yang tak mau kalah, dan dua hati yang perlahan saling melukai tanpa disadari.
Tekanan dari orang tua dengan motif yang berbeda, ego yang terlalu besar, dan obsesi keduanya untuk menjadi nomor satu di bidang akademik membuat mereka lupa cara mencintai tanpa membandingkan. Setiap nilai ulangan seolah jadi medan perang baru. Setiap pengumuman ranking berubah menjadi alasan untuk bertengkar. Sampai akhirnya, Perasaan lelah dan kalah telah menghancurkan hubungan mereka yang telah lemah.
Putus di tahun terakhir SMA seharusnya biasa saja. Tapi tidak ketika yang hilang adalah rumah yang sudah menemani selama empat tahun lamanya.
Saat Evalora berusaha menata hatinya yang patah, muncul seorang murid baru di kelas, dia-Aiden Atmajaya. Ia tampan, humoris, dan ceria-kebalikan dari dingin dan egois nya Rakaendra. Aiden hadir tanpa tekanan, tanpa kompetisi, dan tanpa luka tuntutan yang menumpuk. Untuk pertama kalinya, Evalora merasakan nyaman yang tak pernah ia sadari kalau sebenarnya ia butuhkan.
Namun ketika Evalora mulai tertawa lagi, Rakaendra mencoba kembali ke hati nya. Dengan penyesalan yang terlambat, kata-kata yang selama ini disimpan, dan rasa takut kehilangan yang baru ia pahami saat semuanya telah runtuh.
Di antara ambisi, cinta lama yang belum selesai, dan hadirnya seseorang yang membuat luka terasa ringan,
Siapa sebenarnya tujuan Evalora?
Dan apakah rumah lama bisa kembali dihuni setelah dihancurkan oleh ego?
All Rights Reserved