Under Your Influence

Under Your Influence

  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 25, 2026
June Bellemore bertemu Ardrien Cain saat keduanya berusia sepuluh dan dua belas tahun. Ketika orang-orang melihat sosok bocah dua belas tahun itu terlalu tenang, terlalu dingin, dan terlalu sulit dibaca, mereka menetapkan satu kesan: ancaman. June melihatnya sebagai teka-teki di mana ia ingin selalu bertanya. Ardrien menyukai sesuatu yang efisien dan menguntungkan. Emosi, rasa takut, bahkan interaksi sosial yang dalam tidak termasuk demikian di dalam kepalanya. Ia tidak belajar untuk merasakan, tetapi sirkuit otaknya selalu belajar untuk mengamati. Maka Ardrien melihat bocah sepuluh tahun yang datang ke hidupnya dengan sikap cerah dan penuh rasa penasaran itu sebagai anomali baginya. Di antara dua dunia yang bertolak belakang, mereka menemukan satu sama lain: June mengajarkan Ardrien arti kehangatan, dan Ardrien mengajarkan June sebuah intensitas. Hari itu di musim dingin bersama salju melingkupi Edmonton, dengan seekor kucing hitam di antara mereka, adalah waktu di mana kedua dunia itu bertabrakan dengan takdir yang memutuskan memainkan perannya dengan terlalu ... presisi namun penuh kejutan. === Do read with wise manner, for this is a psychological romance at its finest. 18+ (no mature scene during childhood times). Written since 11 Dec 2025 solely by myself and partner in crime, A.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • NANGGALA
  • Hello Mr. Komrad
  • Terpaksa Dinikahi Duda Anak Dua
  • I'm the male lead's wife?
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • A dan Z
  • Kembang Desa
  • Stand by Me

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines