Forbidden [woomen × menuz]

Forbidden [woomen × menuz]

  • WpView
    Reads 12,376
  • WpVote
    Votes 1,230
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 20, 2026
✨Cerita ini hanya FIKSI, jangan dibawa ke rl yaa~ ✨ Let's have fun with palmy💃🏻💅🏻 Briele, pewaris sebuah ranch raksasa, dipaksa menikah demi kepentingan keluarga-padahal hatinya sepenuhnya milik Yesara, penyiar radio bersuara merdu yang selalu menjadi tempat pulangnya. Di sisi lain, Jivela juga tak punya pilihan. Ia harus menerima perjodohan yang tak pernah ia inginkan, atau keluarganya akan menghancurkan satu-satunya mimpi yang ia punya: menjadi pelukis dan mengadakan pameran perdananya. Terikat dalam hubungan pura-pura, mereka mengira semuanya akan mudah. Namun tekanan keluarga, sorotan publik, dan kedekatan yang tak terduga perlahan meruntuhkan batas yang mereka buat sendiri-hingga mereka tak lagi tahu mana kebohongan yang harus dipertahankan, dan mana perasaan yang tumbuh tanpa izin. 🌴 Carmen as Briele 🍓 Jiwoo as Jivela 🎀 Yuha as Yesara ⚠️ gxg area Bagi yang tidak suka, dipersilahkan skip tanpa meninggalkan hate coment 💌 [Harap follow dulu sebelum lanjut baca 📌]
All Rights Reserved
#281
woomen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines