Buku ini tidak menawarkan jawaban cepat. Tidak juga mencoba terlihat suci atau paling benar. Ini adalah cerita tentang seseorang yang pernah berada di posisi yang sama seperti banyak orang lain-bingung, ikut arus, dan merasa baik-baik saja di tempat yang sebenarnya salah. Hingga suatu hari, cara berpikirnya berubah. Bukan karena merasa lebih pintar, tapi karena diizinkan untuk melihat lebih jujur. Mr. Rius menulis dari wilayah abu-abu: di antara gelap yang belum sepenuhnya pergi dan cahaya yang belum benar-benar sampai. Ia tidak sedang mengajar, hanya bercerita tentang proses keluar dari pola lama, tentang kesalahan membaca fase hidup, dan tentang diam yang sering disangka akhir. Di bagian akhirnya, dua pertanyaan itu kembali muncul-bukan sebagai drama, tapi sebagai pengakuan yang manusiawi: Apakah ini sudah akhir? Atau aku yang terlalu cepat?
More details