LOST DIRECTION

LOST DIRECTION

  • WpView
    Reads 693
  • WpVote
    Votes 100
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 18, 2026
Bagi Lilly Deetz, rumah bukanlah tempat berlindung, melainkan labirin penuh luka. Hidup di bawah bayang-bayang ibunya yang mengidap gangguan bipolar membuat Lilly terbiasa dengan perubahan emosi yang ekstrem-dari pelukan hangat hingga cacian yang menyayat hati. Namun, ia tidak pernah menyangka bahwa arah hidupnya akan benar-benar hilang saat sang ibu, dalam kegelapan jiwanya, memutuskan untuk menjualnya kepada jaringan Mafia dan harus terjebak di dunia bawah yang kejam dan dihantui trauma pelecehan oleh ayah tirinya sendiri. Lilly kini harus bertahan hidup di antara orang-orang yang hanya menganggapnya sebagai komoditas. Di tengah dunia yang tanpa arah, mampukah Lilly menemukan jalan pulang, ataukah ia akan selamanya tersesat dalam kegelapan yang diciptakan oleh darah dagingnya sendiri?
All Rights Reserved
#365
crazyrich
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Akhir? Atau Awal Yang Disalahpahami (Terbit!)
  • Our Second Life (Selesai)
  • With You In Seattle
  • Inferiority Complex [Complete]
  • NAAMLOOS (On Going)
  • Save Us - Maxton Hall #3
  • UNDER HIS COMMAND (DOMINATION #2)
  • Our Fate ✔
  • Aldrich Ed Stanford (Tersedia di Gramedia)
  • Desired by The Don

Buku ini tidak menawarkan jawaban cepat. Tidak juga mencoba terlihat suci atau paling benar. Ini adalah cerita tentang seseorang yang pernah berada di posisi yang sama seperti banyak orang lain-bingung, ikut arus, dan merasa baik-baik saja di tempat yang sebenarnya salah. Hingga suatu hari, cara berpikirnya berubah. Bukan karena merasa lebih pintar, tapi karena diizinkan untuk melihat lebih jujur. Mr. Rius menulis dari wilayah abu-abu: di antara gelap yang belum sepenuhnya pergi dan cahaya yang belum benar-benar sampai. Ia tidak sedang mengajar, hanya bercerita tentang proses keluar dari pola lama, tentang kesalahan membaca fase hidup, dan tentang diam yang sering disangka akhir. Di bagian akhirnya, dua pertanyaan itu kembali muncul-bukan sebagai drama, tapi sebagai pengakuan yang manusiawi: Apakah ini sudah akhir? Atau aku yang terlalu cepat?

More details
WpActionLinkContent Guidelines