W I R A

W I R A

  • WpView
    GELESEN 86
  • WpVote
    Stimmen 1
  • WpPart
    Teile 15
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Jan. 7, 2026
Sejak kelebihan itu muncul, Wira menyadari satu hal yang mengganggu pikirannya: dunia yang selama ini ia kenal ternyata tidak pernah sesederhana yang ia kira. Di balik bangku sekolah, lorong-lorong sunyi, dan rutinitas yang tampak normal, Wira mulai melihat retakan-tanda bahwa ada sesuatu yang disembunyikan. Bisikan aneh, simbol terlarang, dan kejadian yang tak bisa dijelaskan logika perlahan membuka matanya pada kenyataan yang lebih gelap. Dunia ini memiliki lapisan lain. Ada sekelompok entitas yang hidup berdampingan dengan manusia, tersembunyi dari mata kebanyakan orang. Mereka bukan makhluk dongeng atau legenda-mereka nyata. Para pemilik kelebihan. Pengguna sihir. Penjaga rahasia yang telah lama dikubur agar umat manusia tetap percaya bahwa dunia ini berjalan normal. Ketika Wira tanpa sengaja terseret ke dalam konflik berdarah yang seharusnya tidak pernah ia ketahui, ia dipaksa memilih: berpura-pura tidak tahu dan hidup aman, atau menembus batas yang dilarang dan mengungkap kebenaran. Namun semakin dalam ia melangkah, semakin jelas bahwa kelebihan yang ia miliki bukan sebuah anugerah-melainkan undangan. Undangan untuk melihat dunia apa adanya. Undangan untuk terlibat dalam permainan kekuasaan, pengorbanan, dan sihir terlarang. Dan sejak saat itu, Wira tahu- tidak ada jalan kembali.
Alle Rechte vorbehalten
#175
dramaremaja
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • The Time
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien