TEMAN MASA KECIL

TEMAN MASA KECIL

  • WpView
    Membaca 176
  • WpVote
    Vote 20
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mar 10, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
SINOPSIS Rian dan Ayu bukan teman biasa. Mereka adalah teman masa kecil yang tumbuh bersama selama lima belas tahun, sejak SD, SMP, sampai SMA. Pacaran? Tidak. Teman biasa? Terlalu jauh. Sahabat? Hubungan mereka di atas itu. Hubungan mereka berdiri di atas rasa percaya, rutinitas sederhana, dan nostalgia masa kecil yang terlalu nyaman untuk ditinggalkan. Obrolan malam, jalan hari Minggu, dan kehadiran satu sama lain menjadi hal yang terasa pasti... sampai rintangan demi rintangan atas nama kedewasaan menerjang mereka. Kampus, pekerjaan, ekspektasi, trauma, perasaan rendah diri, idealisme dan "antagonis untuk hubungan mereka" yang seperti badai bagi hidup mereka pelan-pelan menggerus hubungan yang tak pernah diberi nama itu. Dan ketika jarak mulai muncul, diam menjadi pilihan yang paling berbahaya. Apakah hubungan yang bertahan lama selalu cukup kuat untuk menjadi cinta sejati, begitu kedewasaan menuntut sesuatu yang lebih dari sekadar kebiasaan? Ini adalah kisah romansa tentang cinta dewasa muda yang berakar dari nostalgia masa kecil, tentang dua orang yang harus belajar tumbuh, tidak hanya untuk tujuan mereka, tapi untuk diri mereka sendiri.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#367
kerja
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan