Baddie Lust

Baddie Lust

  • WpView
    Reads 91,726
  • WpVote
    Votes 7,489
  • WpPart
    Parts 53
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 17, 2026
"Pernikahan ini bukan anugrah, tapi sebuah transaksi." Mahawira Raka Suradipa Atmaja adalah hukum yang tidak tertulis. Darah biru keraton yang mengalir di tubuhnya sama dinginnya dengan pistol di balik setelan jas mahalnya sebagai agen BIN. Dia tidak mengenal kompromi, apalagi cinta. Baginya, pernikahan adalah strategi; sebuah transaksi untuk menjerat mangsa. Nayara Nindya adalah mangsa itu. Gadis berusia 20 tahun yang malang. Di saat dunia ayahnya runtuh, Mahawira datang bukan untuk memberi uluran tangan, melainkan rantai emas. Nayara tidak punya pilihan. Dia harus menyerahkan raganya pada pria asing yang memiliki tatapan sepekat maut. Satu rumah. Satu ranjang. Tanpa perasaan. Mahawira pikir dia telah menaklukkan seekor angsa kecil yang gemetar. Dia tidak tahu bahwa di balik tatapan polos itu, Nayara sedang menghitung setiap detak jantungnya. Di balik pintu kamar yang terkunci, saat kewarasan mulai menipis dan sentuhan Mahawira mulai membakar, sebuah rahasia besar mengintai: Siapa yang sebenarnya sedang memangsa? Dan siapa yang sebenarnya sedang dimangsa?
All Rights Reserved
#1
lovelife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • ELIAN ✓
  • Lysander Lowell De Villiers
  • 𝐓𝐞𝐦𝐞𝐧?
  • ELION (bl)
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • Target Si Supir
  • Halo, Kanael!
  • Trouble Maker

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines