the fiancé contract (Completed)

the fiancé contract (Completed)

  • WpView
    Reads 38,068
  • WpVote
    Votes 2,689
  • WpPart
    Parts 61
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 19, 2026
Sebenarnya di ulang tahunnya yang ke 25, keinginan Shania Rajasa tidak muluk-muluk. Gadis itu tidak ingin membuat pesta ulang tahun yang meriah, atau diberi hadiah mahal seperti yang biasa Omanya berikan di ulang tahunnya sebelumnya. Shania hanya ingin menagih janji sang Oma untuk memberikan salah satu vilanya di Bandung yang seharusnya memang otomatis menjadi miliknya saat ia berusia 25 Tapi, di ulang tahunnya yang ke-25 ini. Orang tuanya malah memberikannya 'hadiah' yang membuat Shania sakit kepala. Seorang tunangan. Holy shit. Omanya pasti gila. Tunangannya juga pasti sudah gila. Dan saat ini, Shania pikir ia juga sudah gila. Sebastian Hartono. Nama pria itu adalah Sebastian Hartono. Tunangannya yang super kaku tapi punya mata yang memabukkan. Mereka tidak saling cinta, tapi karena mereka sama-sama membutuhkan pertunangan ini, mereka pun membuat sebuah perjanjian gila. Perjanjian yang awalnya bukan apa-apa, tapi menyakiti keduanya pada akhirnya. Karena semua perasaan mereka; punya tanggal kadaluwarsa. ©2025 Novel by Elsa Rosita
All Rights Reserved
#2
partner
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (On Going)
  • R É G A L I S [REVISI]
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EKSKALASI
  • Define the Relationship
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines