"Cukup, Yerine!. Gua capek sama semua tingkah lu!"
Kalimat itu sudah entah berapa puluh kali terdengar di telinga Yerine Yaputeri Rembulan. Sampai ia terbiasa mendengarnya-meski rasa itu tak pernah benar-benar mati. Perasaannya pada Joline Cahya Vanesa tetap berakar, keras kepala, dan menolak hilang.
Joline adalah gadis jangkung berparas cantik, dengan mata sayu yang selalu mampu memabukkan siapa pun yang beradu pandang dengannya.
Ia antisosial. Lingkar pertemanannya bahkan tak pernah lebih dari tiga orang. Membaca buku, bermain gim, dan tenggelam dalam kesendirian adalah dunianya. Joline tak merasa membutuhkan siapa pun di sisinya, kehadiran orang lain justru kerap ia anggap sebagai gangguan bagi ruang pribadi dan ketenangannya.
Berbanding terbalik dengan Yerine-gadis bermata runcing bak rubah. Ceria, riang, dan penuh tawa, seolah hidupnya tak pernah tersentuh luka sedikit pun.
Namun, sebahagia apa pun seseorang terlihat, selalu ada luka yang disembunyikan rapat-rapat.
"Gw tahu, Joline," ucap Yerine pelan.
"Tapi cuma kamu satu-satunya sumber kebahagiaan aku..."
#gxg
#gl
#fiksi
#sliceoflife
Harap laporkan jika menemukan cerita ini di tempat lain🙏
All Rights Reserved