PRAGMATIS

PRAGMATIS

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 25, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Adi tahu satu hal sejak awal: hidup tidak selalu bisa dimenangkan, tapi masih bisa dipertahankan. Saat orang lain sibuk membicarakan mimpi, Adi memilih menghitung risiko. Ia tidak berlari ke mana-mana, tidak melompat terlalu tinggi. Ia hanya memastikan setiap langkah tidak membuatnya jatuh lebih dalam. Bekerja tanpa gairah, mencintai tanpa janji, dan hidup tanpa tepuk tangan. Banyak yang mengira Adi dingin. Banyak yang bilang ia takut gagal. Padahal ia hanya tidak ingin kalah dengan cara yang bodoh. PRAGMATIS bercerita tentang keputusan-keputusan kecil yang sering dianggap remeh, tapi diam-diam menentukan arah hidup. Tentang memilih jalan aman di saat semua orang menuntut keberanian. Tentang bertahan, ketika menyerah dan bermimpi terdengar sama-sama melelahkan.
All Rights Reserved
#199
realistis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ​Adopted? (I Wish) [END]
  • REGAN's Crazy Wife
  • tradisi
  • Ritual Rasa
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Wismatama
  • ELION
  • Luk Telu Belas
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Sastru Pinanganten

Bagi orang lain, perempatan lampu merah adalah tempat persinggahan sementara. Namun bagi Nara, bocah 16 tahun dengan pipi bulat dan celotehan tanpa henti, jalanan keras dan cambukan takdir adalah satu-satunya rumah yang ia kenal. Di balik senyum bahagianya yang mampu meluluhkan siapa saja dan ocehan ajaibnya yang tak pernah habis, Nara menyembunyikan memar di tubuh serta ketakutan akan malam yang selalu membawa siksaan. Satu-satunya hal yang membuat bocah mungil ini tetap bertahan adalah impian kecilnya, mempunyai keluarga yang hangat dan mau memeluknya. Hingga suatu hari, sebuah takdir mempertemukannya dengan Dhiar-putra tunggal keluarga Adhyastha yang dingin, kaku, dan membenci kebisingan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines