Nirwana Yang Terpecah

Nirwana Yang Terpecah

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 13, 2025
Hai?. Apakah kamu masih mengingat ku?. Ah kurasa tidak, karena diriku tak sepenting itu untuk setiap kehidupan yang kutemui. Mungkin kamu akan bertanya kenapa aku membuat ini, meskipun aku tidak tahu jawaban apa yang layak untuk pertanyaan mu. Ah cukup sudah untuk pembuka malam ini. Terimakasih atas semuanya. Pengembaraan tak berujung yang telah kulakukan mungkin saja sudah membuahkan hasil. Dan, aku minta maaf atas segala yang kulakukan terhadapmu. Kala itu ego dan nafsu telah merenggut segala yang berarti bagi ku. Aku tahu mungkin semua hal yang telah kulakukan tak bisa di ulang kembali dengan se-patah kata yang terucap. Bahkan meskipun kita bertemu untuk terakhir kalinya, itu semua tidak akan merubah apapun. Aku tahu aku egois. Namun itu dulu..... Meskipun semua orang yang kutemui tak percaya akan perubahan seseorang, namun aku akan terus memegang erat apa hal yang aku percaya. Sepenggal ini mungkin tak membuat rasa penasaran-mu terpecahkan bukan?. Haha aku tahu itu. Aku tak mengharapkan bahwa engkau akan membaca teks ini sampai selesai, namun biarkan aku menurahkan sedikit hal yang mungkin harus ku-tuliskan. Aku. Berterimakasih sekali lagi terhadap-mu. Jika bukan karena-mu mungkin aku tak akan memahami sebagian kecil dari pengembara-an ku yang tak berujung. Aku telah menoreh karma yang ku perbuat dalam masa kelam. Aku masih disini. Orang yang sama. Rasa yang sama. Mungkin sifatku yang sedikit berubah untuk saat ini? Namun itu tak berarti. Ini mungkin yang terakhir kalinya. Torehan yang tak bermakna bagimu, namun sangat berarti untuk-ku. Aku tak mengharapkan ini semua terbalas. Aku akan terus berusaha di kehidupan yang sekarang dan melupakan - mu. Bukan tanpa sebab. Aku akan mencobanya walau tak bisa, karena semua itu demi diri-ku yang akan mendatang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • poem
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • My Wish
  • Rembulan Yang Sirna
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • Semua Memukul (✅)
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • My SIN (GXG iam Lesbian)

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines