KEBIASAAN BERNAMA KAMU

KEBIASAAN BERNAMA KAMU

  • WpView
    GELESEN 36
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 10
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Mo., Dez. 15, 2025
WpInfo
Belletristik
Romantik
Ada orang yang hadir terlalu lama, hingga keberadaannya terasa wajar. Ada perasaan yang tak pernah diucapkan dengan keras, namun selalu ikut menentukan arah. Ada kenangan yang tidak menyakitkan, tetapi menahan seseorang terlalu lama di tempat yang sama. Raka membawa satu nama ke setiap fase hidupnya-tanpa pernah sadar kapan nama itu berhenti menjadi tujuan, dan perlahan berubah menjadi kebiasaan. Sebuah cerita tentang kedekatan yang tak pernah didefinisikan, tentang waktu yang terus berjalan, dan tentang keberanian untuk melepaskan sesuatu yang tak pernah benar-benar dimiliki.
Alle Rechte vorbehalten
#862
reallife
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Mulih (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Círculo del Destino
  • EINSTEIN [END]
  • The Last Yes!
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • Sweetly Tied

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien