Tidak semua perasaan lahir dengan suara.
Sebagian tumbuh diam diam di bangku kayu yang penuh coretan, di halaman sekolah yang panas, di antara tawa anak-anak yang belum mengerti arti kehilangan.
Zaeyrin Araelle Laurend mengenal nama Keano Luther Argantara bahkan sebelum ia mengerti apa arti menyukai seseorang.
Ia mengenalnya dari jarak yang selalu dekat,
namun tak pernah benar-benar berani disentuh.
Dari cara Keano duduk tenang saat yang lain ribut,
dari caranya menolong tanpa banyak bicara,
dan dari kehadirannya yang entah kenapa selalu terasa penting.
Waktu berjalan, kelas berganti, seragam berubah.
Tapi ada perasaan yang tetap tinggal.
Perasaan yang bermula sejak bangku SD,
dan tumbuh bersama usia-
menunggu saat yang tepat untuk diakui,
atau mungkin... untuk disimpan selamanya.
Karena tidak semua cerita cinta dimulai dengan pengakuan.
Sebagian dimulai dari diam.
---
All Rights Reserved