AMARA [END]

AMARA [END]

  • WpView
    Reads 750,241
  • WpVote
    Votes 40,570
  • WpPart
    Parts 73
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 15, 2026
Tentang obsesi Amara untuk menikahi Putra Mahkota dan malah berakhir dinikahi oleh Ben, sang Jendral perang yang terkenal.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE IDOL'S HIDDEN LUST (TAMAT)
  • Kembalinya Sang Istri Sah
  • Beautiful Pain
  • Istri Tuan Serigala
  • Kiss, Kill, Confuse
  • Hiding The Crown Prince
  • Esa Noche [COMPLETE]
  • Forbidden Nanny
  • The Unborn Secret
  • HECTOR'S HOLD: A CONTRACT BRIDE
  • CLARA : Terlahir Kembali Untuk mencintaimu
  • REBORN AS THE DUKE'S TRAPPED WIFE [ON GOING]
  • PERNIKAHAN KONTRAK [TERSEDIA PDF]
  • The Ruby's Skandal
  • Tuhan, Jangan Ambil Dia Dariku
  • Mantan Suami Antagonis
  • WHEN THE KILLER LOVES ME [SUDAH TAMAT DI KARYAKARSA]
  • THE SWEETEST ADDICTION (TAMAT)
  • The Softness Of Sin
  • BENANG MERAH; JALINAN TAKDIR [TERSEDIA PDF]

"Lepas, Mas! Aku bisa aduin ini ke Juna!" teriak Avaya, suaranya gemetar ketakutan, tapi terdengar teredam, seperti terperangkap dalam kotak. Arya hanya terkekeh dingin. Dengan gerakan kasar, dia meraih ujung kaos hitamnya dan menariknya lewat atas kepala. "Terus Juna bisa apa?" ejeknya sinis, sambil melangkah mendekat. Avaya berusaha lari ke pintu, mencoba memutar kenopnya dengan liar. Tapi terkunci. Dia memukul-mukul pintu yang berat itu. "Tolong! Tolong!" teriaknya, panik, tapi suaranya hanya bergema lemah di dalam ruangan kedap suara itu. Arya sudah berdiri di belakangnya. Dengan mudahnya, dia memutar tubuh Avaya yang ringkih dan mendorongnya hingga terjatuh ke atas kasur. "Mau apa kamu, Mas? Aku bakal teriak!" ancam Avaya, suaranya parau ketakutan. "Teriak aja," bisik Arya, napasnya sudah dekat di telinga Avaya. "Nggak akan ada yang denger. Apa lagi perduli." Sebelum Avaya bisa berteriak atau melawan lebih jauh, Arya sudah mencium Avaya dengan paksa, sebuah ciuman yang keras, penuh kuasa dan amarah, bukan penuh kasih. Sebuah pelampiasan dari segala kekecewaan dan rasa sakit yang selama ini ia pendam. Dengan gerakan kasar dan penuh kuasa, tangan Arya yang besar mencengkeram kerah blus Avaya. Kain itu meregang sebelum akhirnya terkoyak. Suara kancing-kancing kecil yang berhamburan ke lantai ⊱ ʚĭɞ ⊰ ◦ ◦ ◦ ❁ Nona Lebah ❁ ◦ ◦ ◦ ⊱ ʚĭɞ ⊰ Peringatan: STOP! Cerita ini mengandung perilaku toxic, kekerasan emosional, dan dinamika yang sangat tidak sehat. Jika kamu mencari hubungan yang setara dan sehat, kamu berada di tempat yang salah. BERHENTILAH DI SINI. Cukup sampai di sini dan pergilah. Karena di dalam sini, hanya ada obsesi yang merusak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines