When We Call It Nothing

When We Call It Nothing

  • WpView
    Reads 804
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 27, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Lesbian
Mereka pernah dekat di masa lalu, cukup lama untuk saling mengenal, tapi tidak cukup serius untuk saling tinggal. Saat dewasa, mereka bertemu kembali tanpa rencana, membawa versi diri yang lebih tenang dan lebih berhati-hati. Kedekatan itu tumbuh pelan, dibungkus candaan dan kebiasaan kecil yang tak pernah dinamai. Mereka menyebutnya pertemanan, meski ada sesuatu yang terus kembali-hangat, familiar, dan sulit dijelaskan. Bukan tentang mengulang masa lalu, melainkan menyadari bahwa beberapa perasaan memang menunggu waktu yang tepat untuk jujur. ❗Cerita ini ringan dan santai. Nggak ada konflik besar atau drama berat. Dibuat untuk menemani, bukan buat bikin capek ❗
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ATMA FATAMORGANA
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • Dua Langit Berbeda
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • Unexpectedly Yours
  • MOTHER
  • My Step Mom? [END] ✔️
  • Stealing My Husband
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!

"Jadilah seperti lumut: ada, tapi tidak terlihat, dan kalau bisa jangan diinjak." Itulah moto hidup Sevanja Nandhira. Sebagai mahasiswi Seni Rupa di Universitas Brahmana yang isinya anak-anak sultan, Sevan lebih memilih menjadi "Cewek Suram" yang hobi begadang demi deadline gambar daripada harus bersosialisasi. Strateginya sederhana yaitu hindari keramaian, gunakan jalur tikus, dan tetap berada di luar Radius Seratus Meter dari orang-orang populer. Terutama dari Adiaksa Ranjaya Jasvanta. Aksa adalah segalanya yang Sevan hindari karena tinggi 185, bintang Ice Hockey, salah satu mahasiswa terkenal orang terkaya di kampus yang dijuluki Vanguard, dan memiliki aura "lampu sorot" yang menyilaukan. Bagi Sevan, Aksa adalah intimidasi visual dan gangguan dalam hidupnya. Lari cepat setiap kali melihat ujung jaket hoki Aksa adalah olahraga wajib. Namun, Sevan tidak tahu satu rahasia besar. Aksa bukan sekadar cowok populer yang iseng. Aksa adalah kolektor rahasia dari karya-karya digital anonim milik Sevan yang sangat emosional. Baginya, Sevan bukan sekadar "gadis berantakan" yang hobi kabur. Sevan adalah pelukis hantu yang selama ini ia kagumi karyanya. Kini, sang Forward tim hoki itu telah mengunci targetnya. Bukan di lapangan es, melainkan di lorong-lorong sempit fakultas seni. Dimulai dari satu krat susu coklat hingga aksi kejar-kejaran absurd yang bikin heboh satu kampus, Aksa bertekad menembus zona nyaman Sevan yang sekecil kotak pensil itu. Sanggupkah Sevan mempertahankan jaraknya, atau justru ia akan terjebak dalam pesona "Beruang" yang ternyata tidak se-polos kelihatannya? ~~~ DILARANG PLAGIAT (⁠ノ⁠`⁠Д⁠'⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ pernah di unpublish karena di revisi. #01 teenfiction [ 20 Maret 2026] #01 absrud [ 20 Maret 2026] #01 gambar [ 20 Maret 2026] #01 fiksi [31 Maret 2026] #02 komedi [ 20 Maret 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines