When We Call It Nothing

When We Call It Nothing

  • WpView
    Reads 706
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 27, 2026
Mereka pernah dekat di masa lalu, cukup lama untuk saling mengenal, tapi tidak cukup serius untuk saling tinggal. Saat dewasa, mereka bertemu kembali tanpa rencana, membawa versi diri yang lebih tenang dan lebih berhati-hati. Kedekatan itu tumbuh pelan, dibungkus candaan dan kebiasaan kecil yang tak pernah dinamai. Mereka menyebutnya pertemanan, meski ada sesuatu yang terus kembali-hangat, familiar, dan sulit dijelaskan. Bukan tentang mengulang masa lalu, melainkan menyadari bahwa beberapa perasaan memang menunggu waktu yang tepat untuk jujur. ❗Cerita ini ringan dan santai. Nggak ada konflik besar atau drama berat. Dibuat untuk menemani, bukan buat bikin capek ❗
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Putaran Pita Kaset
  • PASSION
  • PACARKU GA HANYA SATU
  • GxG Story || H. U. R. T: Hanya Untuk Rasa Terabaikan
  • LIGNUM
  • Because I'm Stupid
  • Di Bawah Langit Vale & Quin
  • ​My Boss is a (Secret) Stalker
  • little things that makes me fell
  • Menyetir Hati CEO Cantik - WLW GxG GL Girls Love

Di tengah hiruk-pikuk kota yang mulai meninggalkan benda-benda fisik, Arunika bertahan dengan toko kaset peninggalan ayahnya, "Melodi Klasik". Baginya, setiap pita kaset menyimpan memori yang tidak bisa dihapus. Kehidupannya yang monoton berubah ketika Senja masuk ke tokonya saat hujan badai, bukan untuk membeli kaset, melainkan untuk berteduh dan memotret debu yang menari di bawah lampu toko. Senja mulai sering datang, membawa warna baru yang membuat Arunika mempertanyakan dinding yang ia bangun selama ini. Namun, Senja memiliki rahasia tentang alasannya pindah, dan Arunika harus belajar bahwa mencintai seseorang berarti siap untuk kehilangan kenyamanan solitudenya. ~Kenny Farhana~

More details
WpActionLinkContent Guidelines