Losing us.

Losing us.

  • WpView
    Reads 29,367
  • WpVote
    Votes 3,203
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadComplete Sat, Mar 21, 20263h 17m
Di depan kamera, mereka terlihat dekat. Terlalu dekat untuk disebut biasa, tapi terlalu samar untuk disebut nyata. Cornelia Syafa Vanisa dan Indah Cahya Nabilla hidup di dunia yang sama-lampu panggung, sorak penonton, dan cerita yang sering kali dibentuk oleh sudut pandang orang lain. Di antara candaan, kapal yang diberi nama, dan ekspektasi fans, hubungan mereka tumbuh tanpa pernah benar-benar diberi label. Awalnya hanya kebiasaan. Lalu menjadi kenyamanan. Dan perlahan berubah menjadi kebingungan. Saat jarak mulai terbentuk tanpa pertengkaran, dan keheningan hadir tanpa alasan yang jelas, mereka dihadapkan pada satu pertanyaan yang tak pernah terucap: apakah yang mereka jaga selama ini hanyalah gimmick-atau sesuatu yang seharusnya diperjuangkan? Sebuah cerita tentang dua orang yang kehilangan arah bukan karena berhenti bersama, tetapi karena tak pernah tahu kapan mereka mulai menjadi kita.
All Rights Reserved
#9
onieljkt48
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Healthy Recipes Food For Family
  • စုတ်ချက်အောက်က ဇာတ်ကောင်များ
  • လော့လော့လေးရဲ့ ရှာပုံတော်
  • Cinta dan Pelampiasan (END)
  • Crown's Beast (remake)
  • The Blade of Stars and Dreams (Lesbian Fantasy Romance)
  • frekuensi | orine
  • The Last Origin Bearer
  • TEKA TEKI SI KULKAS (Hiatus)
  • MULAI ASING (ONDAH)

Bagi Shani Diraya Kusuma, meja makan adalah saksi bisu kehancuran keluarganya. Sejak bisnis ayahnya, Pak Darmadi, gulung tikar akibat proyek operasional laut yang gagal, meja makan yang dulunya hangat berubah menjadi tempat yang penuh tekanan. Di sana, Shani harus menelan pahitnya tagihan bank dan ego adiknya, Ello, sambil menatap wajah pasrah Ibunya, Ratih. Sebagai anak sulung, Shani terpaksa menjadi sandwich generation yang menopang seluruh beban, bahkan merelakan masa mudanya demi masa depan Chika. Namun, hidup Shani perlahan berubah sejak kehadiran Aksa Arvino Pramana. Seorang pria mapan dengan karier stabil di industri minyak dan gas yang mengajarinya bahwa meja makan tidak harus selalu "panas". Aksa hadir sebagai pelengkap yang sempurna, memberikan "resep" baru tentang rasa aman dan perlindungan. Namun, di tengah upayanya membangun hidup yang sehat dan tenang bersama Aksa, Shani masih harus menghadapi "bahan-bahan" lama yang sulit diolah: Ello yang tak kunjung dewasa di semester dua belasnya, serta bayang-bayang masa lalu dari Agendra yang tiba-tiba muncul di perjalanannya ke Yogyakarta. Shani harus belajar bahwa untuk menciptakan kebahagiaan keluarga yang benar-benar sehat, ia tidak bisa hanya terus memberi, tapi juga harus berani menetapkan batasan. Ini adalah kisah tentang perjuangan seorang wanita menyusun ulang resep hidupnya; antara pengabdian pada keluarga asal dan hak untuk bahagia di atas kakinya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines