Niat hati ingin pulang ke Seoul untuk tidur nyenyak, aespa (Karina, Giselle, Winter, dan Ningning) malah melakukan kesalahan fatal akibat kelelahan pasca konser: mereka naik pesawat jurusan Yogyakarta!
Terdampar di Bandara YIA tengah malam tanpa manajer, tanpa sinyal, dan dikejar kepanikan, nasib membawa mereka masuk ke dalam bus Damri tua milik Pak Sutrisno. Bukannya menginap di hotel bintang lima, mereka justru bersembunyi di "Omah Tentrem", sebuah homestay sederhana di gang sempit dekat Keraton.
Di sana, dibantu oleh Dimas-seorang mahasiswa canggung yang merangkap fanboy-keempat gadis ini menukar kemewahan panggung inkigayo dengan daster batik, sate usus, dan kopi joss yang meletup-letup. Namun, saat berita kehilangan mereka meledak di media internasional, persembunyian mereka terancam.
Ini bukan sekadar cerita tentang idola yang tersesat. Ini adalah kisah tentang aliansi tak terduga antara superstar global dan kearifan lokal, di mana pasukan motor matic menjadi bodyguard paling setia, dan sepiring nasi kucing bisa menghangatkan hati lebih dari sorotan lampu panggung.
Selamat datang di Jogja, member ke-5 aespa!
Todos os Direitos Reservados