PENJUDI HATI (TAMAT)

PENJUDI HATI (TAMAT)

  • WpView
    Leituras 138
  • WpVote
    Votos 73
  • WpPart
    Capítulos 21
WpMetadataReadMaduroConcluída qui, dez 18, 2025
"Aku tahu aku salah... tapi aku berhak untuk dicintai." Bagi Rafi, hidup hanyalah tentang menunggu jackpot. Di depan Luna, ia adalah kekasih yang penuh tawa dan janji manis. Namun di balik pintu kamar kos yang lembap, Rafi hanyalah seorang mahasiswa tingkat akhir yang gemetar setiap kali menatap layar ponsel, ia terjebak dalam lingkaran setan judi online dan teror tagihan pinjol yang mencekik. Rafi pikir ia bisa mengendalikan segalanya. Mulai dari skripsi yang macet, bisnis gorengan yang pas-pasan, dan hati Luna yang mulai ragu dengan dirinya. Sampai akhirnya, realita menghantamnya telak. Saat sebuah mobil mewah terparkir di depan rumah Luna. Ketika cinta menuntut kepastian, dan dompet hanya berisi recehan, apa yang tersisa untuk dipertaruhkan? Sebuah novel tentang patah hati, jeratan pinjol, dan perjalanan panjang untuk menemukan jati diri...
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • TETESAN AIR MATA DARAH: TANGISAN YANG MEMBAWA KEMATIAN
  • 46. Misteri Bocah Jelmaan✓
  • Abu-abu
  • Its This Love
  • Dewasa Itu Luka
  • SIAPA BERIKUTNYA..? : MISTERI KERANDA MAYAT PENUNGGU TAMAN SIRNA RAGA
  • JEWEL IN THE MIST [Day6 x Got7] | COMPLETED
  • The Four Seasons of Soul [TELAH TERBIT]
  • SORRY, BUT I'M NOT JANI! [END]
  • SUMUR HITAM

Anisa tak pernah menyangka, senyum terakhir ibunya di pagi yang cerah akan menjadi kenangan pahit yang tak terlupakan. Pembunuhan tragis Bu Yanti oleh lima pencopet keji di sebuah gang gelap telah merenggut segalanya dari Anisa. Keadilan seolah tak berpihak, menyisakan duka dan amarah yang menggunung. Namun, duka itu tak sendiri. Dalam mimpi yang mengerikan, arwah Bu Yanti datang, bukan untuk berpamitan, melainkan menuntut balas. Dengan mata merah berdarah, sang ibu mewariskan sebuah kekuatan sekaligus kutukan: "Setiap air mata darahmu menetes, salah satu dari mereka akan mati tragis." Sejak itu, hidup Anisa berubah. Ia menjadi perpanjangan tangan ibunya, menelusuri jejak para pembunuh satu per satu. Setiap "kecelakaan" yang menimpa para pelaku selalu diawali dengan tangisan Anisa yang diiringi air mata darah, diikuti tawa mengerikan yang bukan miliknya. Di setiap kematian itu, Anisa semakin terjerat dalam lingkaran kegelapan, mempertaruhkan kewarasannya dan nyawanya sendiri. Apalagi, seorang Inspektur Polisi cerdas mulai mencium pola aneh di balik serangkaian kematian misterius ini. Jaring penyelidikan semakin mengerucut, dan Anisa harus berpacu dengan waktu: menuntaskan dendam berdarah ibunya sebelum polisi berhasil mengungkap rahasia kelam di balik "Tetesan Air Mata Darah". Bisakah Anisa mencapai keadilan terakhir tanpa kehilangan dirinya sendiri dalam kegilaan? Copyright: © 2025 Loomdark Studio. All right reserved.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo