Tuhan Yang Bunuh Ibuku

Tuhan Yang Bunuh Ibuku

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 18, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Satria...kalau misalkan di masa depan gue gagal bertaubat dan benci ke tuhan lagi,apa yang bakal Lo lakuin?" Mendengarnya hanya membuat senyuman satria semakin menonjol."Aku akan bikin kak Sofia bertaubat lagi." Tangan kanan Sofia terangkat,mengusap lengan kirinya. Bukannya lega dia malah semakin khawatir"Kalau...itu masih belum berhasil? Bagaimana?" "...akan kulakukan terus,bahkan sampai aku menua atau ajal menjemput. Karena bagiku,kak Sofia adalah salah satu tanggung jawabku yang harus kupegang erat erat." Jawabnya penuh percaya diri,masih dengan senyum khasnya.
All Rights Reserved
#4
pancarona
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu [DITERBITKAN]

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines