Pasha Maldav Sangngern menapaki semester kelima sebagai mahasiswa jurnalistik. Hidupnya berjalan tenang dalam keluarga yang hangat dan penuh kasih, selalu menjadi pengingat bahwa rumah adalah tempat paling aman untuk kembali. Namun, di balik senyum yang ia bawa setiap hari, ada luka lama yang belum sepenuhnya sembuh, perpisahan dengan Martin, mantan kekasih yang meninggalkan jejak mendalam dalam hatinya.
Pasha berusaha menutup lembaran itu dengan kesibukan kuliah dan magang di sebuah perusahaan media. Baginya, ruang redaksi yang sibuk, deadline yang ketat, sampai aroma kopi yang tak pernah absen di meja kerja, semua terasa seperti panggung baru yang menantang.
Hingga suatu hari, perhatian yang tak terduga datang dari sosok yang seharusnya menjaga jarak, Orland Tankara Ritprasert, Editor-in-Chief yang merupakan atasannya. Orland bukan sekadar kagum, ada ketulusan dan kehangatan yang terlihat dimatanya.
Di antara idealisme jurnalistik, kenangan masa lalu, dan batasan yang kabur antara anak magang dan atasan, Pasha harus memilih, apakah ia siap membuka hati lagi atau tetap berjalan sendirian dengan pena dan kata-kata sebagai pelindungnya?