HOME | LANDOSCAR | END

HOME | LANDOSCAR | END

  • WpView
    Reads 12,215
  • WpVote
    Votes 732
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Jun 25, 2026
Lorong McLaren kini menjadi jalur pelariannya. Setiap langkahnya bergema, cepat, memecah sunyi kantor yang biasanya dipenuhi dengan data dan grafik simulasi. Lando menembus ruang-ruang kosong, melewati beberapa kru yang menatap heran, tapi ia tak peduli. Setiap detik terasa seperti siksaan. Ia membayangkan Oscar duduk sendirian, mungkin masih memikirkan malam-malam panjang, mungkin masih menyimpan luka pipi yang pernah terjadi, atau bahkan rasa takut yang tak pernah ia ungkapkan. Lando menggenggam ponselnya di saku, terus menekan nomor Oscar, tapi tetap tidak dijawab. Jantungnya berdetak kencang, kepanikan mulai muncul di balik rasa tanggung jawabnya sebagai rekan tim dan-lebih dari itu-sebagai calon kakak ipar yang peduli. Ia tahu, tak ada yang bisa menghentikannya sekarang. Satu-satunya tujuan adalah menemukan Oscar, memastikan pria itu berdiri, bernapas, dan tersenyum lagi seperti biasanya. Dan ia berlari, menembus lorong McLaren, ke parkiran, ke jalanan yang basah oleh hujan sore sebelumnya-siap menghadapi apa pun demi sang pria manis yang kini menjadi pusat dunia Lando.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Last Hope - Cawooz
  • Garwo
  • I'm Not Just a Figuran
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Justine
  • Love me or die
  • The Servant [James Harem]
  • Jodoh Pilihan Mama
  • Same, But Not

Katanya sih cuma sahabat. Tapi yang satu manggil "abang", yang satu overprotektif setengah mati. Masalahnya... yang denial siapa, yang baper siapa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines