Maaf yang Terlambat (Zuodeng)

Maaf yang Terlambat (Zuodeng)

  • WpView
    Reads 1,226
  • WpVote
    Votes 209
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadComplete Wed, Mar 25, 2026
Ini adalah babak kedua kehidupan mereka, Zuo Hang dan Deng Jiaxin. Zuo Hang yang semakin dingin pada semua orang dan Deng Jiaxin yang menjalani Kehidupan barunya bersama putra kecil nya. Apakah takdir akan mempertemukan cinta yang belum benar-benar usai atau justru di permainkan lebih dalam?
All Rights Reserved
#22
tffamilygen4
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bloody High School
  • Naru-Dobe and Sasu-Teme
  • She Is A Women Older Than Me
  • Latto-Latto In Love {Fem!Dom}
  • reverse world
  • Transmigrasi (Hajeongwoo)
  • Xodiac (Short story)
  • IPA vs IPS
  • SasuNaruMitsu X Boruto
  • antara hasrat dan ketakutan

SEASON 2 DARI CERITA SCARY SEVENTEEN, AU ON TIKTOK 📌📌 Untuk sebelumnya, silahkan baca au S17 dan BHS di akun tiktok m1kaellens_ ⚠️ Maaf jika ada kesamaan nama, alur, dan lain-lain. Itu murni kesalahan saya ⚠️ PROLOG Victor Ziven Arsenio adalah murid baru SMA Pasundan. SMA bergengsi di kotanya. Dia dipindahkan secara mendadak ke sebuah sekolah berasrama yang namanya jarang disebut dengan nada normal. Hari pertama masuk, dia langsung ditempatkan di kelas yang hanya berisi 14 murid laki-laki. Tidak ada murid perempuan. Tidak ada kelas paralel. Hanya mereka. Empat belas siswa itu sudah lama bersama, terlalu lama. Mereka saling mengenal nama, kebiasaan, bahkan luka satu sama lain, meski tak semuanya mau mengakuinya. Gerald Auriga Avram. Reizo Darka Leonzio. Navaro Azael Aryan. Henry Nararya Pranawa. Wayne Zayyan Aminata. Gavin Irven Ravindra. Kiyo Luca Kalundra. Hasan Dareen Alfareezel. Mahanta Nayaka Sambara. Noah Rama Orazio. Pramudana Samudra. Elkairo Alkaezar. Rajendra Gauhar Astara. Savero Aziel Artan. Empat belas murid. Empat belas kursi. Empat belas pasang mata. Dan Victor, menjadi yang kelima belas. Saat Victor melangkah masuk ke kelas tersebut, keempat belas pasang mata menoleh serentak. Tak ada sambutan. Tak ada senyum. Hanya keheningan yang terlalu berat untuk disebut wajar. Tak satu pun dari mereka tahu, bahwa kedatangan murid ke-15 ini akan membangunkan sesuatu yang seharusnya tetap terkubur sejak tragedi tahun 1997. Tak ada yang diberitahu bahwa kelas itu menyimpan satu sejarah kelam. Sebuah tragedi yang terjadi puluhan tahun lalu. Tragedi 1997. Delapan murid tewas. Tanpa pelaku. Tanpa keadilan. Hanya ditutup, dikubur, dan dilupakan oleh sekolah. Namun sejak hari Victor melangkah masuk ke kelas itu, sesuatu yang seharusnya tetap terkubur mulai bernapas kembali. Dan bahwa kelas berisi 14 murid laki-laki itu tidak pernah benar-benar dimaksudkan untuk menjadi 15.

More details
WpActionLinkContent Guidelines