Keluarga musim Cherry 🍒

Keluarga musim Cherry 🍒

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 15, 2026
Rumah kami selalu berisik. Kalau bukan suara pintu dibanting, ya suara seseorang teriak nyari barang yang sebenarnya ada di tempat biasa. Kadang aku mikir, kalau rumah ini tiba-tiba sunyi, itu justru pertanda ada yang salah. Aku nggak tahu sejak kapan aku menyebut ini sebagai musim cherry. Nggak ada pohon cherry, nggak ada minuman fancy, apalagi suasana romantis. Tapi hari-hari kami selalu terasa manis dengan cara yang aneh-kadang terlalu manis sampai bikin enek, kadang sedikit asam sampai bikin ngambek. Pagi hari selalu dimulai dengan terburu-buru. Seseorang pasti telat, seseorang lagi pasti marah, dan seseorang lagi pura-pura nggak denger. Tapi anehnya, kami tetap duduk di meja yang sama, makan makanan yang sama, sambil saling mencuri lauk. Musim cherry itu bukan tentang hari yang sempurna. Ini tentang kaus kaki yang nggak pernah sepasang, tentang suara TV yang terlalu keras, tentang rebutan kamar mandi yang berakhir dengan teriakan dari balik pintu. Kami nggak pernah benar-benar sadar kalau hari-hari seperti ini suatu saat bakal berubah. Bagi kami, rumah selalu seperti ini. Ramai, ribut, dan penuh suara. Dan selama masih ada yang teriak dari ruang tengah, aku rasa... musim cherry belum selesai.
All Rights Reserved
#557
dino
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JEEVANA
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • Second
  • The King & The Doctor
  • Given || Ju Jihoon
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [SEGERA TERBIT]
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • I Want to Live [END]
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

More details
WpActionLinkContent Guidelines