Kaelie tumbuh di rumah yang mengajarinya satu hal: bertahan berarti diam.
Tidak ada pelukan, tidak ada tempat pulang hanya tuntutan dan luka yang disimpan sendiri.
Aldric datang dengan cara yang salah,terlalu tenang, terlalu patuh, terlalu hangat untuk seseorang seperti Kaelie. Dia tidak menuntut. Tidak menilai. Hanya tinggal.
Yang Kaelie tidak sadari, cinta yang terasa aman bisa berubah menjadi jerat.
Semakin dia bersandar, semakin Aldric menggenggam.
Semakin dia takut kehilangan, semakin hubungan itu menyakitkan.
Ini bukan kisah cinta yang menyelamatkan.
Ini kisah dua orang yang saling takut kehilangan dan memilih mencintai dengan cara yang salah.
Karena terkadang, cinta tidak berhenti saat menyakitkan.
Ia berhenti saat sudah terlambat.
All Rights Reserved